Anna Kendrick Cerita Karier hingga Sutradara di Zurich Film Festival

Penulis: Zainul Arifin  •  Minggu, 27 September 2026 | 22:45:31 WIB
Anna Kendrick mengisi sesi masterclass di Zurich Film Festival sambil mempromosikan film terbarunya, Babies.

SULAWESI UTARA — Anna Kendrick mengisi sesi masterclass di Zurich Film Festival sambil mempromosikan film terbarunya, Babies. Dalam sesi itu ia membahas perjalanan kariernya dari Up in the Air hingga debut penyutradaraan lewat Woman of the Hour. Ia juga mengungkap cerita di balik Pitch Perfect dan pengalamannya beradu akting dengan George Clooney.

Anna Kendrick kembali menyapa penggemar di Eropa dalam rangkaian festival film. Ia hadir di Zurich Film Festival untuk mempromosikan Babies sekaligus berbagi cerita panjang soal perjalanan kariernya di atas panggung masterclass.

Sesi itu dipandu Max Loong dan berlangsung sekitar satu jam. Kendrick membahas masa kecilnya di Maine sampai berbagai peran yang membesarkan namanya di Hollywood.

Awal Karier dan Peran di Up in the Air

Kendrick mengaku sering mendapat pekerjaan justru saat ia merasa peluangnya kecil. Ia menyebut sikap rendah hati itu membuatnya tampil lepas tanpa tekanan berlebih.

Saat audisi untuk karakter Natalie di Up in the Air, ia menduga peran itu akan jatuh ke aktris yang lebih elegan. Ia pun tampil canggung dan konyol, dan justru cara itulah yang membuatnya terpilih.

Peran tersebut mengantarkannya ke nominasi Oscar. Ia beradu akting dengan George Clooney, yang ia gambarkan sebagai sosok menawan, lucu, dan penuh kejutan.

Kendrick juga mengenang hari pertama syuting ketika Clooney mengaku gugup memulai proyek. Belakangan ia sadar pengakuan itu hanyalah cara Clooney menenangkan kegelisahannya.

Cerita di Balik Twilight dan Pitch Perfect

Pengalaman serupa terjadi saat ia mengikuti audisi Twilight. Karakternya digambarkan sebagai gadis tinggi, pirang, dan atletis, sehingga ia sempat bertanya-tanya kenapa dirinya ada di ruangan itu.

Ia mengaku bertemu Mae Whitman di ruang tunggu dan keduanya sama-sama bingung. Kendrick lalu memilih tampil aneh dan lucu untuk membedakan dirinya dari pelamar lain.

Nama Kendrick melambung lewat Pitch Perfect. Lagu "Cup" yang ia bawakan menembus posisi keenam Billboard Hot 100 dan meraih sertifikasi platinum.

Universal bahkan memintanya merekam versi penuh lagu itu beserta video musik. Kendrick sempat menganggap permintaan itu pemborosan, meski akhirnya ia tetap menjalaninya.

Ia meluruskan anggapan bahwa Pitch Perfect adalah sleeper hit. Menurutnya, film itu hanya tampil cukup baik di box office dengan pendapatan lebih dari 114 juta dolar AS, dan sekuelnya tak lahir semata dari angka penjualan tiket.

Hubungan Para Pemain dan Langkah Menjadi Sutradara

Kesepuluh pemeran utama Pitch Perfect, termasuk Anna Camp dan Brittany Snow, masih aktif di grup obrolan hingga kini. Grup itu menjadi jaringan dukungan ketika salah satu dari mereka menghadapi masa sulit.

Kendrick menyebut kebersamaan itu indah dan tak pernah pudar meski franchise-nya sudah selesai bertahun-tahun.

Ia juga menyinggung buku Scrappy Little Nobody yang ia tulis. Kendrick mengaku bangga dengan karyanya, tetapi tidak berniat mengulangi pengalaman menulis buku dalam waktu dekat.

Dari situ ia beralih ke keputusan spontan menyutradarai Woman of the Hour pada 2023. Brittany Snow, yang juga memulai debut penyutradaraan di periode yang sama, banyak memberi dukungan moral.

Kendrick juga mengamati perkembangan Henry Golding dari pendatang baru yang gugup di A Simple Favor (2018) menjadi bintang mapan di Another Simple Favor (2025).

Sesi masterclass ini menjadi salah satu rangkaian promosi Babies di sirkuit festival Eropa. Bagi Kendrick, festival seperti Zurich tetap jadi ruang jujur untuk berbagi proses kreatif di balik layar.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: hollywoodreporter.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top