SULAWESI UTARA — Persija Jakarta menutup jeda kompetisi BRI Super League 2026/27 dengan latih tanding melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (3/10) sore. Laga ini menjadi bagian dari upaya Macan Kemayoran menjaga ritme pemain sebelum kembali berlaga di kompetisi resmi melawan PSIM Yogyakarta pada 10 Oktober 2026.
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, menurunkan seluruh pemain yang tersedia pada laga tersebut. Latih tanding ini digelar sebagai bagian dari program latihan rutin yang berfokus pada pematangan taktik dan strategi selama kompetisi berhenti sementara.
Persija tidak sepenuhnya meliburkan pemain selama jeda. Manajemen tim memberikan waktu istirahat lebih dulu, lalu program latihan kembali berjalan seperti biasa hingga laga uji coba digelar.
Shin menegaskan jeda kompetisi tidak diisi dengan libur panjang. Menurutnya, latihan tetap berjalan intens agar pemain tidak kehilangan sentuhan pertandingan.
"Tentu kami tidak beristirahat begitu saja selama jeda kompetisi. Sebelumnya, kami sudah memberikan waktu istirahat kepada para pemain. Setelah itu, program latihan kembali berjalan dengan baik hingga saat ini," ujar Shin Tae-yong.
Bagi tim pelatih, intensitas seperti ini penting supaya para pemain tetap terbiasa dengan atmosfer pertandingan meski kompetisi resmi sedang berhenti sementara. Performa positif di laga melawan Garudayaksa FC menjadi indikator awal bahwa program latihan berjalan sesuai rencana.
Persija akan kembali bertanding di BRI Super League 2026/27 dengan menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada 10 Oktober 2026. Setelah laga itu, rangkaian pertandingan dengan jarak berdekatan langsung menanti.
Rentetan lima laga dalam kurun tiga pekan membuat pemeliharaan ritme dan kesiapan fisik selama jeda menjadi bagian penting dari persiapan Persija. Rotasi pemain kemungkinan besar diperlukan mengingat jarak pertandingan yang rapat.
Menggelar latih tanding di tengah jeda memberi Shin Tae-yong ruang mengevaluasi kedalaman skuad. Pemain yang jarang mendapat menit bermain di kompetisi resmi bisa menunjukkan kualitasnya dalam laga melawan Garudayaksa FC.
Persija memanfaatkan momentum jeda ini untuk mempertahankan kesiapan para pemain sekaligus menjaga kebugaran menjelang jadwal padat Oktober. Hasil dari latih tanding tersebut akan menjadi bahan evaluasi tim pelatih sebelum menghadapi PSIM Yogyakarta.