SULAWESI UTARA — Musik era 80-an dan 90-an kembali ramai di platform digital, dari TikTok sampai Reels. Banyak lagu lawas Indonesia dan Barat yang dulu hits kini ditemukan ulang oleh generasi muda. Berikut daftar lagu kenangan yang terbukti tak lekang waktu.
Fenomena nostalgia musik bukan sekadar tren sesaat. Lagu-lagu dari era kaset dan radio ini punya melodi serta lirik yang mudah menempel di ingatan, bahkan setelah puluhan tahun. Berikut 15 lagu yang layak masuk playlist kenanganmu.
Lagu ini jadi bukti bahwa Koes Plus mampu menciptakan karya yang tetap relevan lintas generasi. Temanya sederhana: kerinduan pada cinta pertama yang tak pernah kembali. Hingga kini, lagu ini sering dibawakan ulang oleh penyanyi muda.
Dirilis pada 1995, lagu ini mengangkat kisah patah hati dengan nuansa yang khas. Suara Dessy Ratnasari membuat setiap lirik terasa personal. Banyak pendengar yang penasaran dengan kisah di balik "tenda biru" yang disebut dalam lagu.
Judulnya saja sudah menggambarkan nostalgia. Lirik "Sepanjang jalan kenangan, kita selalu bergandeng tangan" jadi salah satu penggalan paling diingat. Meski sudah banyak dibawakan ulang, versi asli Tetty Kadi tetap jadi favorit.
Masih dari Koes Plus, lagu ini mengajak pendengar merenung soal ketidakpastian cinta. Nada santainya justru membuat pesan lagu terasa lebih dalam. Cocok didengar saat sedang butuh refleksi.
Fariz RM dikenal lewat karya-karya bernuansa lembut, dan "Sakura" jadi salah satu signature-nya. Dirilis 1979, lagu ini mencuri perhatian banyak pendengar dengan melodi manis dan lirik puitis.
Lagu Malaysia ini sukses menembus pasar Indonesia pada 1986. Lirik "Sinaran, mentari menyinari, menyusuk ke jiwaku" mudah menempel di telinga. Suara khas Sheila Majid membawa energi ceria yang menular.
Chrisye menggambarkan perasaan grogi dan senang anak sekolah yang sedang kasmaran. Dirilis 1987, lagu ini jadi salah satu kenangan masa kecil yang paling sering dinyanyikan ulang. Nuansanya ringan dan menyenangkan.
Dirilis 1989, lagu ini jadi penghormatan Iwan Fals untuk para ibu. Liriknya menyentuh soal kasih sayang dan pengorbanan. Siapkan tisu sebelum mendengarkan, karena lagu ini sering bikin haru.
Kla Project punya tempat khusus di hati penggemar musik galau era 90-an. "Tentang Kita" yang rilis 1991 jadi salah satu lagu paling sering diputar saat malam panjang. Melodinya sederhana tapi kuat.
Melly Goeslaw bersama Potret menghadirkan lagu bernuansa ceria dan imajinatif pada 1998. Cocok didengar saat ingin melepas penat dari rutinitas. Nuansa terbang di langit jadi daya tarik utamanya.
Lagu ini punya lirik yang menggugah soal alam dan kemanusiaan. Dirilis 1979, "Berita Kepada Kawan" sering bikin pendengar mendadak mellow. Pesannya masih relevan hingga sekarang.
Rilis 1985, lagu ini jadi salah satu tembang romantis paling diingat. Suara Vina Panduwinata membuat nuansa kasmaran terasa maksimal. Anak 90-an mungkin ingat lagu ini pernah dipakai iklan krim ekonomi.
Dirilis 1993, lagu ini jadi pilihan utama untuk karaoke sambil baper. Poppy Mercury membawakannya dengan penuh emosi. Temanya soal luka hati yang sulit disembuhkan.
Nike Ardilla jadi ikon pop Indonesia era 90-an, dan lagu ini salah satu yang paling dikenang. Dirilis 1994, liriknya menggambarkan cinta yang dalam. Suara powerful Nike membuat lagu ini terasa hangat dan menyentuh.
Selain "Berita Kepada Kawan", Ebiet G. Ade juga meninggalkan "Camelia" yang rilis 1979. Lagu ini punya tempat khusus di hati pendengar setianya. Melodi dan liriknya sederhana, tapi kuat membekas.
Dari Koes Plus hingga Nike Ardilla, lagu-lagu ini membuktikan bahwa musik era 80-an dan 90-an tetap punya tempat di hati pendengar lintas generasi. Putar satu saja, dan kenangan lama langsung kembali.