SULAWESI UTARA — Giovanni Reyna mencatatkan penampilan kedelapan secara beruntun sebagai starter saat Amerika Serikat menang 1-0 atas Kanada dalam laga uji coba. Pencapaian itu menjadi rekor pribadi bagi gelandang 23 tahun tersebut, sekaligus menandai kebangkitan kariernya setelah bertahun-tahun dirundung cedera.
Reyna masuk starting XI untuk klub dan tim nasional secara beruntun sejak akhir Agustus hingga awal Oktober. Sebelumnya, ia belum pernah merasakan rentetan starter sebanyak itu sepanjang karier profesionalnya bersama Borussia Dortmund, Nottingham Forest, maupun Borussia Mönchengladbach.
Kepercayaan diri pemain kelahiran 2002 itu perlahan kembali setelah kepindahannya ke Racing Strasbourg pada musim panas. Klub Ligue 1 tersebut merekrutnya dengan biaya transfer hanya tiga juta euro, angka yang jauh di bawah nilai pasar yang seharusnya ia miliki di usia 23 tahun.
Rentetan tujuh laga sebagai starter antara akhir Agustus hingga awal Oktober sudah menjadi rekor pribadi. Penampilan kedelapan datang saat AS mengalahkan Kanada, memperpanjang catatan tersebut ke level yang belum pernah ia capai sebelumnya.
Reyna mengaku kondisi fisiknya kini jauh lebih baik. Ia menyebut menit bermain yang cukup menjadi kunci utama untuk kembali ke performa terbaiknya.
"Terkadang orang-orang menganggap mengurangi beban adalah cara yang baik untuk mengatur intensitas. Tetapi saya paling mudah kembali ke performa terbaik ketika mendapatkan menit bermain sebanyak mungkin dan, kalau idealnya, juga tampil sebagai starter. Dan saya terus menjadi semakin kuat," kata Reyna, seperti dikutip The Athletic.
Dalam periode sekitar 30 bulan antara November 2022 hingga akhir musim 2024/25, Reyna hanya masuk starting XI dalam tujuh pertandingan liga. Cedera otot yang berulang kali kambuh membuatnya sulit menemukan ritme bermain.
Masa peminjaman ke Nottingham Forest pada paruh pertama 2024 juga tidak membawa perubahan signifikan. Performanya jauh dari harapan, dan kepercayaan dirinya terus menurun. Keraguan soal apakah tubuhnya benar-benar cocok untuk sepak bola level tertinggi sempat membebani pikirannya.
"Saya sama sekali tidak memikirkan itu lagi," ujar Reyna.
Pelatih timnas AS Mauricio Pochettino tetap memanggil Reyna bahkan saat ia sedang kesulitan di level klub. Kepercayaan itu berbuah manis, dengan Reyna mencatatkan masing-masing satu assist dalam laga uji coba melawan Peru dan Chile pada akhir September.
"Bagi saya, dia adalah pemain yang hebat. Dia memahami permainan pada level tinggi," puji Pochettino.
Pelatih asal Argentina itu menyoroti kualitas Reyna dalam permainan kombinasi, sentuhan istimewa, dan kontrol bola rapatnya. Fondasi penampilan apik bersama timnas AS dibangun lewat start regulernya di Strasbourg, tempat ia menandatangani kontrak hingga 2031.
Di bawah pelatih Hugo Oliveira, Reyna cepat menembus tim inti dan menjadi pilihan tetap sebagai salah satu dari dua gelandang nomor delapan dalam sistem 4-3-3. Dalam lima penampilan, ia sudah mencetak satu gol untuk klub dari timur laut Prancis tersebut, termasuk dalam kemenangan 6-2 di Troyes pada awal September.
"Saya merasa perlahan-lahan kembali sepenuhnya menjadi diri saya sendiri," tegas Reyna setelah kemenangan 3-0 atas Meksiko.