SULAWESI UTARA — Toprak Razgatlioglu mencicipi ketoprak di sebuah SMA negeri Mataram, Lombok, saat Pramac Racing menggelar meet and greet jelang MotoGP Mandalika 9-11 Oktober. Jorge Martin memilih menjajal Sirkuit Mandalika dengan sepeda, sementara Raul Fernandez bersantai di pinggir kolam sambil menikmati kelapa muda.
MotoGP Mandalika menjadi rangkaian dari enam seri terakhir kalender musim ini. Para pembalap terbang langsung dari Jepang usai menuntaskan seri Motegi, dan begitu tiba di Indonesia, agenda mereka tidak melulu soal setelan motor.
Pramac Racing punya rutinitas yang bertahan beberapa musim terakhir: menyambangi sekolah begitu mendarat di Lombok. Tahun ini, satu SMA negeri di Mataram jadi tujuan mereka.
Toprak Razgatlioglu mengambil porsi terbesar dalam sesi meet and greet itu. Pembalap Pramac Racing tersebut tidak hanya mencicipi ketoprak, makanan khas Indonesia yang namanya kebetulan mirip dengan namanya sendiri.
Ia juga memperlihatkan aksi-aksi khasnya di atas motor, disaksikan langsung para murid yang memadati lokasi. Kombinasi nama yang nyaris senada dengan menu dagangan membuat sesi itu jadi salah satu momen paling banyak dibicarakan di media sosial.
Jorge Martin datang ke Mandalika dengan misi berbeda. Pembalap Aprilia Racing itu sedang menjaga posisi puncak klasemen, hanya berjarak dua poin dari Marc Marquez yang baru memenangi seri Jepang.
Sebagai pembalap yang memang hobi bersepeda, Martin sudah mengelilingi Sirkuit Mandalika dengan sepedanya sebelum balapan. Aksinya diunggah langsung oleh MotoGP melalui akun Instagram resmi mereka.
Raul Fernandez mengambil jalur sebaliknya. Pembalap Trackhouse itu menghabiskan waktu sebelum balapan dengan berenang sambil meminum kelapa muda di pinggir kolam.
Secara matematis, kedua pembalap Trackhouse sudah keluar dari persaingan gelar MotoGP musim ini. Meski begitu, mereka diprediksi tetap bisa mengganggu pembalap di barisan depan pada balapan akhir pekan nanti.
Mandalika punya alasan kuat kenapa para pembalap betah menghabiskan waktu di Indonesia. Treknya jadi favorit lantaran banyak tikungan cepat, dan cuaca tropis khas Indonesia jadi pengalaman yang tidak umum bagi pembalap mancanegara.
Sejak Mandalika resmi masuk kalender MotoGP, aktivitas unik pembalap saat tiba di Indonesia memang jadi pemandangan rutin. Ada yang datang karena agenda tim, tidak sedikit pula yang bergerak atas inisiatif sendiri dan memilih membaur dengan warga lokal.
Balapan MotoGP Mandalika sendiri digelar 9-11 Oktober mendatang. Bagi Martin, hasil di Lombok akan menentukan apakah jarak dua poin dari Marquez bisa dibalik atau justru melebar menjelang seri-seri penutup musim.