BITUNG — Perayaan HUT ke-6 SAKTI Sulut mengusung tema "Baku Bekeng Pande, Membangun Kekuatan" serta semangat "Bersatu, Berjuang, dan Menang". Acara berlangsung di Bitung dan dihadiri sejumlah pihak, mulai dari pemerintah kota, organisasi pekerja internasional, hingga perwakilan pemilik kapal perikanan.
Hadir dalam kegiatan itu Ketua Umum SAKTI Sulut Arnold Hiborang, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bitung Rahmat Dunggio yang mewakili Pemerintah Kota Bitung, serta Kepala Dinas Perikanan Kota Bitung yang diwakili Theo. Tampak pula Koordinator International Transport Workers' Federation (ITF) Rivaldo, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Bitung Ramli Jare, dan perwakilan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Bitung.
Selama enam tahun berdiri, SAKTI Sulut menampung dan mendampingi setidaknya 330 kasus pengaduan awak kapal perikanan. Rinciannya, 238 kasus terjadi di dalam negeri dan 92 kasus di luar negeri.
Persoalan yang paling banyak muncul meliputi upah tidak sesuai ketentuan, pemutusan hubungan kerja secara sepihak, kecelakaan kerja, hingga jaminan sosial yang belum terpenuhi. Lewat pendampingan hukum, sejumlah kasus berhasil dimenangkan di Pengadilan Hubungan Industrial.
Selain pendampingan kasus, SAKTI Sulut berperan mendorong terbentuknya Dewan Pengupahan Kota Bitung. Organisasi ini juga membagikan kotak pertolongan pertama di kapal dan memfasilitasi 90 awak kapal mengikuti pelatihan keselamatan dasar secara gratis.
"Enam tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Di balik angka 330 kasus yang kami terima, ada manusia, keluarga, dan harapan yang sedang diperjuangkan," kata Arnold Hiborang dalam sambutannya.
Ia menegaskan perlindungan awak kapal perikanan tidak boleh berhenti di atas kertas. "Konvensi ILO C188 harus hidup dalam kondisi kerja yang adil, upah yang layak, keselamatan yang terjamin, dan kepastian bagi keluarga ketika musibah datang," ujarnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bitung Rahmat Dunggio menyambut baik kehadiran SAKTI Sulut. Ia berkomitmen memperkuat koordinasi guna memastikan pemenuhan hak-hak pekerja di sektor perikanan.
Koordinator ITF Rivaldo menegaskan dukungan organisasi internasional terhadap perjuangan awak kapal perikanan di Sulawesi Utara. Dukungan itu memperkuat posisi serikat dalam mendorong perbaikan kondisi kerja di sektor perikanan.
Ke depan, SAKTI Sulut menegaskan akan terus mendorong penegakan dan implementasi nyata Konvensi ILO C188 tentang Pekerjaan di Sektor Perikanan. Organisasi ini juga akan memperkuat kerja sama dengan pemerintah, pemilik kapal, dan pihak terkait.
Tujuannya agar perlindungan sosial, keselamatan kerja, dan kesejahteraan awak kapal perikanan benar-benar terwujud. Perjalanan enam tahun menjadi pijakan untuk memperluas pendampingan bagi pekerja di sektor yang selama ini rentan terhadap pelanggaran hak.