SULAWESI UTARA — Laga Kroasia vs Inggris di Stadion Rijeka pada matchday Nations League tetap berlangsung dengan tribun terisi meski berstatus tanpa penonton. Hukuman UEFA kepada Kroasia menyisakan pengecualian bagi anak-anak usia maksimal 14 tahun dari sekolah dan akademi sepak bola lokal, yang diundang gratis ke stadion berkapasitas 8.200 kursi itu.
Federasi Sepak Bola Kroasia memperkirakan 5.500 hingga 6.000 anak beserta pendamping akan memenuhi Stadion Rijeka, jauh di atas perkiraan awal UEFA yang hanya sekitar 3.000 orang. Dengan kapasitas 8.200 kursi, jumlah itu membuat stadion terisi sekitar 70 persen.
Status tanpa penonton dijatuhkan UEFA sebagai sanksi atas kerusuhan suporter Kroasia saat perempat final Nations League melawan Prancis. Namun regulasi disipliner UEFA memuat pengecualian untuk anak-anak dari sekolah dan akademi sepak bola di wilayah Rijeka, yang diizinkan masuk tanpa biaya.
100 Suporter Inggris Tetap Diizinkan Masuk
Selain ribuan anak-anak, sekitar 100 penggemar Inggris mendapat izin hadir di stadion. Kombinasi keduanya diprediksi menciptakan atmosfer yang jauh lebih hidup dibandingkan laga tanpa penonton pada umumnya, meski suaranya akan didominasi teriakan bernada tinggi khas anak-anak.
Laga ini menjadi bagian dari rangkaian padat Nations League yang juga menyajikan pertandingan Skotlandia melawan Makedonia Utara pada kick-off malam. Inggris menghadapi Kroasia pukul 17.00 waktu setempat.
Duel Pickford dan Trafford di Bawah Mistar Gawang
Pelatih Inggris Thomas Tuchel menerapkan rotasi di posisi penjaga gawang, memberi masing-masing dua pertandingan kepada Jordan Pickford dan James Trafford sepanjang jeda internasional ini. Pickford turun sebagai starter melawan Kroasia pada laga pertama dari jatah dua penampilannya.
Pola ini mengingatkan pada era akhir 1970-an dan awal 1980-an, ketika pelatih Inggris Ron Greenwood bergantian memainkan Peter Shilton dan Ray Clemence dari satu laga ke laga berikutnya. Tuchel tampaknya memilih pendekatan serupa sambil menimbang siapa yang layak menjadi kiper utama jangka panjang.
Bayangan Sanksi Manchester City Warnai Matchday
Di luar lapangan, keputusan bersalah Manchester City atas lebih dari 100 pelanggaran aturan keuangan tetap menjadi sorotan. City resmi mengajukan banding, dan salah satu pijakan utamanya adalah klaim bahwa kontrak komersial yang dinilai komisi sebagian dibiayai pemilik klub sebenarnya dibayar oleh pemerintah Abu Dhabi.
Klaim itu berpotensi berbenturan dengan pernyataan Etihad Airways dalam dokumen penyerahan kepada Departemen Perdagangan, Transportasi, dan Luar Negeri Amerika Serikat pada 2015. Dalam dokumen tersebut, Etihad menyebut tuduhan bahwa pemerintah membiayai sponsor klub sebagai hal yang "tidak benar".
Irlandia Utara Ukir Kemenangan Bersejarah
Hasil besar lain datang dari Irlandia Utara, yang menang 3-0 atas Ukraina. Kemenangan itu disebut-sebut sebagai salah satu malam terbaik sepak bola Irlandia Utara, meski tidak selegendaris gol Gerry Armstrong ke gawang Spanyol di Piala Dunia 1982.
Matchday Nations League kali ini juga mencatat penampilan ke-127 Kevin De Bruyne bersama Belgia yang berjalan mulus, serta kekecewaan Zinedine Zidane pada laga kandang pertamanya sebagai pelatih Prancis. Jadwal lengkap pertandingan lain mencakup Kazakhstan vs Moldova dan laga-laga grup Nations League lainnya.