MANADO — Kepastian penambahan stok itu disampaikan Yulius usai pertemuan dengan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Menurut gubernur, tambahan 5.000 kiloliter Pertalite akan didistribusikan bertahap ke seluruh wilayah Sulut, bukan ditumpuk di satu titik saja.
Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Sulut dalam beberapa hari terakhir jadi alasan utama pertemuan tersebut. Pertamina menyebut keterlambatan distribusi sebagai penyebab utama, bukan kekosongan stok di depo.
Berapa Tambahan Pasokan yang Disiapkan Pertamina?
Angka 5.000 kiloliter setara 5 juta liter itu disebut sebagai tambahan dari pasokan normal. Yulius memastikan volume tersebut akan masuk secara bertahap, menyesuaikan kebutuhan konsumen di 15 kabupaten dan kota.
Selain Pertalite, penguatan stok juga menyasar Pertamax. Pertamina akan mendatangkan pasokan Pertalite dalam jumlah lebih besar dibanding periode sebelumnya untuk menjaga ketersediaan di lapangan.
Mengapa Antrean Panjang Terjadi di Sejumlah SPBU?
Pihak Pertamina menempatkan keterlambatan distribusi sebagai penyebab antrean. Artinya, persoalan bukan pada kosongnya pasokan di tingkat nasional, melainkan pada ritme pengiriman ke SPBU di daerah.
Keterlambatan itu membuat sejumlah SPBU kehabisan stok lebih cepat dari jadwal. Warga yang panik kemudian memborong BBM begitu pasokan datang, sehingga antrean makin panjang.
Imbauan Gubernur: Beli Sesuai Kebutuhan, Jangan Panic Buying
Yulius meminta masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying. Imbauan itu disampaikan menyusul kepastian tambahan pasokan yang diklaim cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Sulut.
"Gubernur berharap masyarakat menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan tidak panic buying," demikian disampaikan dalam keterangan usai pertemuan.
Pemerintah provinsi dan Pertamina akan memantau distribusi harian ke SPBU. Jika antrean masih terjadi setelah tambahan pasokan masuk, evaluasi lanjutan akan dilakukan bersama pihak Pertamina.
Dampak ke Warga di 15 Kabupaten/Kota
Penambahan pasokan menyentuh seluruh wilayah administrasi Sulut, dari Manado hingga kabupaten kepulauan. Warga di daerah yang selama ini bergantung pada pasokan terjadwal berharap antrean tidak lagi muncul tiap pagi.
Bagi pedagang dan pengemudi angkutan umum, kelancaran pasokan Pertalite langsung berpengaruh ke biaya operasional harian. Antrean panjang memaksa mereka mengeluarkan waktu dan bahan bakar ekstra hanya untuk mengisi tangki.
Pertamina belum merinci jadwal kedatangan tiap tahap tambahan pasokan. Yang dipastikan, volume 5.000 kiloliter itu akan dialirkan bertahap sampai kebutuhan di 15 kabupaten dan kota terpenuhi.