MANADO — Gelaran Penas Padel Club Tournament di D’Sports Arena menjadi ajang unjuk gigi bagi 18 pasangan atlet padel di Sulawesi Utara. Turnamen yang berlangsung di lapangan tertutup tersebut menyedot perhatian para pegiat olahraga raket di Manado yang selama ini lebih akrab dengan tenis dan bulu tangkis.
Olahraga padel yang memadukan unsur tenis dan squash ini mulai mendapatkan tempat di hati masyarakat Manado. Lapangan D’Sports Arena yang representatif menjadi saksi bagaimana antusiasme peserta dan penonton memadati arena selama turnamen berlangsung.
“Ini baru pertama kali dan kami sangat senang dengan responsnya. 18 pasangan bertanding dengan semangat tinggi,” ujar panitia penyelenggara di sela-sela pertandingan.
Turnamen ini menggunakan sistem gugur yang mempertemukan 18 pasangan dari berbagai latar belakang. Setiap pasangan harus saling beradu strategi dan kekuatan di lapangan berukuran lebih kecil dari tenis, dengan dinding kaca sebagai bagian dari area permainan.
Pertandingan berlangsung ketat sejak babak penyisihan. Para pemain menunjukkan penguasaan teknik pukulan dan kerja sama tim yang solid. Dinding lapangan yang menjadi ciri khas padel dimanfaatkan pemain untuk memantulkan bola dan menekan lawan.
Kehadiran turnamen ini menjadi momentum bagi komunitas padel di Manado untuk lebih dikenal luas. Penyelenggara berharap ajang serupa bisa digelar secara rutin untuk menjaring bibit-bibit atlet padel daerah.
“Kami lihat potensinya besar. Masyarakat antusias, apalagi padel adalah olahraga yang mudah dipelajari dan menyenangkan,” tambah panitia. Ke depan, turnamen ini diharapkan bisa menjadi agenda tahunan yang melibatkan lebih banyak peserta dari kabupaten/kota lain di Sulawesi Utara.
Padel berbeda dengan tenis. Lapangan padel lebih kecil dan dikelilingi dinding kaca serta pagar kawat, mirip squash. Bola yang digunakan mirip bola tenis tetapi dengan tekanan lebih rendah, sehingga pantulannya tidak terlalu cepat.
Padel dapat dimainkan oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga dewasa. Olahraga ini tidak membutuhkan teknik dasar yang rumit, sehingga pemula pun bisa langsung menikmati permainan.
D’Sports Arena menjadi salah satu lokasi utama yang memiliki lapangan padel di Manado. Beberapa tempat lain juga mulai menyediakan fasilitas serupa seiring meningkatnya minat warga terhadap olahraga ini.