TOMOHON — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan dan Pengembangan Sistem Kelistrikan (UIP3B) Sulawesi menggelar sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan di SMP Kristen Tomohon, Sulawesi Utara. Kegiatan ini menyasar puluhan siswa untuk menanamkan pemahaman tentang bahaya listrik sejak usia sekolah.
Materi yang disampaikan mencakup pengenalan sumber bahaya kelistrikan di sekitar, seperti kabel terkelupas, stop kontak basah, dan sambungan listrik ilegal. Para siswa juga diajarkan langkah pertolongan pertama jika ada rekan yang tersengat listrik.
“Kami ingin generasi muda paham bahwa listrik bukan hanya soal manfaat, tapi juga punya risiko. Edukasi seperti ini penting agar mereka bisa melindungi diri sendiri dan keluarga,” ujar perwakilan PLN UIP3B Sulawesi dalam kegiatan tersebut, Senin lalu.
Sosialisasi ini tidak hanya teori di dalam kelas. PLN menghadirkan alat peraga dan simulasi sederhana agar siswa lebih mudah memahami konsep kelistrikan. Beberapa poin utama yang diajarkan meliputi:
Kecelakaan akibat listrik kerap terjadi karena kurangnya pengetahuan dasar, terutama pada anak-anak yang kerap bermain di luar ruangan. PLN menilai bahwa pendekatan preventif melalui sekolah lebih efektif dibandingkan sosialisasi umum yang hanya menyasar orang dewasa. “Kalau anak-anak sudah paham, mereka bisa jadi agen perubahan di rumah. Mereka yang mengingatkan orang tua kalau ada instalasi listrik yang tidak aman,” tambah pihak PLN.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin PLN UIP3B Sulawesi yang menyasar sekolah-sekolah di berbagai daerah di Sulawesi Utara. Ke depan, PLN berencana memperluas jangkauan ke lebih banyak sekolah menengah pertama dan sekolah dasar di wilayah tersebut.
PLN UIP3B Sulawesi menyatakan akan memantau pemahaman siswa melalui kuis interaktif di akhir sesi. Sekolah yang telah mendapat sosialisasi juga akan diberikan poster dan buku saku keselamatan listrik sebagai bahan belajar mandiri. Program serupa dijadwalkan berlangsung di Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa dalam beberapa pekan ke depan.