Inflasi Manado Tembus 3,27 Persen, Minahasa Utara Cuma 0,66 Persen; Tarif Pesawat jadi Biang Kerok

Penulis: Vikri Alfandi  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 13:54:01 WIB
Inflasi tahunan Manado mencapai 3,27 persen pada Mei 2026, sementara Minahasa Utara hanya 0,66 persen.

MANADO — Dua daerah yang bertetangga di Sulawesi Utara ini mengalami tekanan harga yang timpang. Data BPS Sulut per Mei 2026 menunjukkan inflasi tahunan Manado melesat 3,27 persen, sedangkan Minahasa Utara (Minut) nyaris tak bergerak di angka 0,66 persen. Selisih lebih dari 2,6 poin persentase ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan struktur ekonomi yang berbeda.

Tarif Pesawat Dorong Inflasi Manado

Kepala BPS Sulawesi Utara, Watekhi, menjelaskan bahwa komponen tarif angkutan udara menjadi penyumbang terbesar inflasi di Manado. Andilnya mencapai 0,40 persen dari total inflasi kota tersebut. Sebagai pusat bisnis, pendidikan, dan pemerintahan, mobilitas udara warga Manado memang yang tertinggi di Sulut.

Penyesuaian surcharge bahan bakar penerbangan yang berlaku secara nasional langsung terasa di kota ini. Akibatnya, tarif tiket pesawat meroket dan membebani indeks harga konsumen (IHK) Manado yang tercatat 111,10.

Mengapa Minahasa Utara Justru Rendah?

Berbeda dengan Manado, perekonomian Minahasa Utara lebih bertumpu pada aktivitas lokal dan kawasan industri. Watekhi menegaskan bahwa porsi transportasi udara dalam struktur pengeluaran warga Minut sangat kecil. “Tingkat inflasi tahunan Mei 2026 lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, namun secara bulanan justru terjadi deflasi sehingga tekanan harga relatif terkendali,” ujarnya.

Hasilnya, daerah yang dikenal dengan kawasan ekonomi khusus ini nyaris tidak terpengaruh oleh gejolak harga tiket pesawat. Inflasi rendah ini menjadi kabar baik bagi daya beli masyarakat setempat.

Deflasi di Minsel: Berkah Panen Cabai dan Ikan

Sementara Manado dan Minut menunjukkan kontras, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) justru mencatat deflasi bulanan terdalam di Sulut, yakni minus 1,39 persen. Komoditas cabai rawit menjadi penahan inflasi utama setelah panen raya di Gorontalo dan Minahasa membanjiri pasar.

Secara keseluruhan, seluruh Sulut mengalami deflasi bulanan 0,61 persen pada Mei 2026. Penurunan harga ikan juga turut berkontribusi seiring membaiknya cuaca dan meningkatnya hasil tangkapan nelayan. Ini menjadi angin segar di tengah tekanan inflasi tahunan yang masih terasa di beberapa titik.

Dua Komponen Paling Membebani Warga Manado

Bagi warga Manado, ada dua pos pengeluaran yang paling menyumbang inflasi tinggi. Pertama, tarif angkutan udara yang telah disebutkan. Kedua, biaya pendidikan yang melonjak 9,71 persen secara tahunan menjelang tahun ajaran baru Juli 2026. Lonjakan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan jasa publik.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: beritamanado.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top