Misi Dagang Jatim-Sulut Hasilkan Transaksi Rp1,88 Triliun, Produk Kelapa dan Ikan Olahan Paling Diburu

Penulis: Alfin Murtado  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 18:31:50 WIB
Pelaku usaha Jatim dan Sulut mencatat transaksi Rp1,88 triliun dalam misi dagang regional.

MANADO — Nilai transaksi sebesar Rp1,88 triliun itu tercatat dalam gelaran misi dagang yang mempertemukan puluhan pelaku usaha dari Jawa Timur dan Sulawesi Utara. Forum ini difasilitasi oleh pemerintah daerah setempat sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi regional di luar Pulau Jawa.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara menyebutkan bahwa produk kelapa dan ikan olahan menjadi komoditas dengan permintaan tertinggi dari buyer Jawa Timur. “Permintaan pasar di Jatim untuk produk kelapa dan ikan olahan dari Sulut sangat tinggi. Ini peluang besar bagi UMKM kita,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima pekan lalu.

Produk Apa Saja yang Paling Banyak Dibeli?

Berdasarkan data yang dihimpun, tiga sektor utama mendominasi transaksi dalam misi dagang ini:

  • Produk kelapa — meliputi kelapa parut kering, minyak kelapa murni (VCO), dan arang tempurung. Permintaan dari industri makanan dan kosmetik di Jawa Timur menjadi pendorong utama.
  • Ikan dan olahan laut — mencakup ikan cakalang beku, abon, dan ikan asap. Pasar ritel dan hotel di Surabaya serta Malang menjadi tujuan utama.
  • Hasil perkebunan lain — seperti pala, cengkih, dan vanili yang digunakan sebagai bahan baku industri jamu dan farmasi.

Apa Dampak Transaksi Rp1,88 Triliun bagi Pelaku Usaha Sulut?

Bagi UMKM di Sulawesi Utara, nilai transaksi ini berarti kepastian pasar dan perputaran modal yang lebih cepat. Seorang pengusaha VCO dari Minahasa mengaku baru pertama kali mendapat pesanan dalam jumlah besar dari luar provinsi. “Biasanya kami jual eceran, sekarang harus tambah mesin produksi,” katanya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berencana menindaklanjuti hasil misi dagang ini dengan program pendampingan logistik dan sertifikasi produk. Tujuannya agar kualitas ekspor tetap terjaga dan kontrak bisnis bisa berkelanjutan.

Bagaimana Cara Pemprov Menjamin Keberlanjutan Kerja Sama Ini?

Untuk menjaga momentum, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut akan membuka posko koordinasi khusus di Manado yang berfungsi sebagai penghubung antara pelaku usaha dan buyer dari Jawa Timur. Selain itu, pelatihan pengemasan dan standarisasi produk akan digelar secara gratis bagi 50 UMKM binaan pada bulan depan.

Misi dagang ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang mendorong peningkatan perdagangan antardaerah sebagai pengganti ketergantungan pada impor. Dengan nilai transaksi yang menembus angka triliunan, kolaborasi Jatim-Sulut dinilai menjadi model yang bisa direplikasi oleh provinsi lain.

Pemkot Surabaya dan Pemprov Sulut juga sepakat menggelar pameran bersama tahun depan dengan target transaksi minimal Rp2,5 triliun. Rencananya, forum serupa akan digilir penyelenggaraannya antara Surabaya dan Manado setiap enam bulan sekali.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: mediakompeten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top