Buktikan Bisnis Tambang Bisa Aman, CK Catat 42,2 Juta Jam Kerja Tanpa Kematian

Penulis: Zainul Arifin  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:34:01 WIB
PT Cipta Kridatama raih penghargaan Gold Winner Keselamatan Operasi Pertambangan di IMSA 2026.

SULAWESI UTARA — Keberhasilan CK dalam mengelola keselamatan kerja mendapat pengakuan di ajang Indonesia Mining Services Award (IMSA) 2026 yang digelar Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) di Bali. Perusahaan itu menyabet Gold Winner kategori Keselamatan Operasi Pertambangan. Tak hanya itu, CK juga meraih predikat TOP CSR Awards 2026 Star 3 dari Majalah TOPBusiness atas program tanggung jawab sosial yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat.

Dua penghargaan ini menegaskan bahwa daya saing perusahaan tambang tak hanya diukur dari volume produksi, tetapi juga dari disiplin tata kelola dan kontribusi sosial. "Kami percaya bahwa pertumbuhan bisnis hanya bermakna jika dibangun di atas fondasi keselamatan yang aman dan bertanggung jawab. Tidak ada kompromi dalam hal keselamatan operasi," ujar Direktur PT Cipta Kridatama, Roni Setyawan.

Inovasi Teknologi Antisipasi Kelelahan Operator

Angka zero fatality yang diraih CK bukanlah kebetulan. Sepanjang 2025, empat site operasional perusahaan di Sumatra dan Kalimantan menerima penghargaan Zero Accident. Frekuensi kecelakaan kerja pun dijaga tetap di bawah ambang batas industri.

Salah satu inovasi andalan CK adalah fatigue-triggered auto-braking system. Teknologi ini mampu mendeteksi kelelahan operator dan memicu pengereman otomatis. Sistem itu sanggup menghentikan truk bermuatan dari kecepatan 50 km per jam dalam jarak kurang dari 30 meter. CK juga menjalankan program Advance Development Operator Program (ADOP) dan memastikan tingkat sertifikasi kompetensi pengawas serta tenaga teknis mencapai 99–100 persen.

Seluruh operasi CK berpegang pada standar internasional yang terintegrasi, mulai dari ISO 9001 (mutu), ISO 14001 (lingkungan), hingga ISO 45001 (keselamatan kerja). Struktur K3LH yang ketat dan evaluasi berkelanjutan membuat budaya selamat menjadi praktik harian, bukan sekadar slogan.

Pupuk Organik dari Limbah Tambang untuk Petani

Di sisi sosial, CK bersama mitranya di Kalimantan Selatan mengembangkan program Biotron atau Biochar Three in One. Inovasi ini mengolah limbah biomassa menjadi pupuk organik yang memperbaiki kualitas tanah, meningkatkan produktivitas pertanian, dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Program yang berjalan di Kabupaten Tanah Bumbu dan wilayah operasional Borneo Indobara ini melibatkan Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang serta Balai Penyuluh Pertanian Kusan Hulu. Sebelumnya, inisiatif serupa telah meraih Pengembangan Desa Berkelanjutan Award 2025 dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

"Yang kami lakukan menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan, standar keselamatan tinggi, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan bila dirancang dengan tata kelola yang konsisten," kata Roni. Dua penghargaan ini sejalan dengan pilar strategi Grup ABMM yang menempatkan keselamatan, lingkungan, dan kontribusi sosial sebagai prioritas utama.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top