MANADO — Nilai transaksi itu diumumkan dalam kegiatan yang mempertemukan 58 pelaku usaha dari Jawa Timur dengan mitra bisnis di Sulawesi Utara. Wagub Emil Dardak dalam keterangan tertulis yang dikutip Minggu (7/6/2026) mengatakan, komitmen ini menunjukkan perdagangan antardaerah berlangsung secara win-win dan mampu menciptakan peluang ekonomi baru.
Jawa Timur menjual berbagai produk ke Sulawesi Utara, antara lain daging sapi dan ayam, pakan ikan dan udang, rokok, susu, karkas ayam dan bebek, produk batik, jagung, hingga mesin alat pertanian. Sementara itu, Jawa Timur membeli komoditas unggulan dari Sulawesi Utara seperti ikan tuna, cengkeh, arang batok kelapa, produk kerajinan, ikan tongkol, ikan cakalang, ikan layang, dan deho.
Emil membandingkan capaian ini dengan Misi Dagang dan Investasi sebelumnya yang digelar di Manado pada Agustus 2022. Saat itu, komitmen transaksi yang tercatat hanya mencapai Rp158,98 miliar dari 51 transaksi dagang. "Kita kaget bahwa transaksi tahun 2022 mencapai Rp158,98 miliar," ujarnya, merujuk pada peningkatan drastis dalam empat tahun terakhir.
Peningkatan hubungan dagang juga tercermin dari nilai perdagangan kedua provinsi pada 2024 yang mencapai Rp1,44 triliun. Dalam periode tersebut, Jawa Timur mencatat surplus perdagangan sebesar Rp581,72 miliar, dengan nilai penjualan ke Sulawesi Utara mencapai Rp1,01 triliun dan nilai pembelian sebesar Rp428,39 miliar.
Wagub Emil menyoroti posisi strategis Sulawesi Utara, terutama keberadaan Pelabuhan Bitung yang menjadi gerbang menuju kawasan Samudra Pasifik. Menurutnya, kondisi ini membuka peluang besar bagi penguatan perdagangan dan investasi dengan Jawa Timur. "Kita yakin bahwa Sulut betul-betul punya potensi untuk semakin berkembang," imbuhnya.
Di sisi lain, Emil juga memaparkan kinerja ekonomi Jawa Timur yang terus tumbuh positif. Pada Triwulan I 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen secara tahunan (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen. Dari sektor perdagangan, Jawa Timur mencatat surplus neraca perdagangan sebesar Rp210,1 triliun sepanjang 2025 dan kembali membukukan surplus Rp54,25 triliun pada Triwulan I 2026.
Emil menyebutkan, sejak 2019 hingga 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan 51 kali misi dagang dalam negeri dengan total komitmen transaksi mencapai Rp38,32 triliun dari 2.224 transaksi yang melibatkan 2.544 pelaku usaha. Sementara itu, tujuh misi dagang internasional yang digelar sejak 2022 hingga April 2026 menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp21,42 triliun.
"Mari manfaatkan momentum ini untuk memperluas pasar, meningkatkan perdagangan antarwilayah, dan membangun jejaring bisnis yang semakin kokoh demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," pungkasnya.