Marc Pubill Nyaris Gantung Sepatu di Usia 16 Tahun, Kini Bersinar di Piala Dunia 2026

Penulis: Zainul Arifin  •  Senin, 08 Juni 2026 | 05:45:01 WIB
Marc Pubill menunjukkan kebangkitan karier dari masa sulit menuju Piala Dunia 2026.

SULAWESI UTARA — Kisah Marc Pubill menjadi bukti bahwa jalan menuju puncak tidak selalu lurus. Pemain berusia 22 tahun itu kini bersiap tampil di Piala Dunia 2026 bersama La Roja, padahal sempat ingin meninggalkan sepak bola saat masih di tim junior.

Kejenuhan di Tim Muda Manresa

Pubill mengalami masa sulit saat membela tim muda B Manresa pada periode 2017-2020. Ia mengaku tidak bisa tampil konsisten dan kehilangan rasa percaya diri di lapangan.

"Dia mengalami masa yang sangat sulit dan ingin berhenti bermain sepakbola," kenang sang ayah, Ignasi, kepada MARCA.

Scout yang Salah Sasaran

Takdir Pubill berubah secara tidak terduga. Seorang pemandu bakat Levante datang untuk memantau pemain lain, tetapi justru terkesan dengan permainan Pubill.

"Saat itu, saya mengatakan kepadanya bahwa saya melihat sesuatu yang istimewa dalam dirinya dan bahwa, ketika dia mulai menikmati permainan lagi, dia bisa menjadi salah satu bek sayap terbaik di dunia," ujar Ignasi.

Transformasi di Atletico Madrid

Levante menjadi titik balik karier Pubill. Ia berkembang pesat, pindah ke Almeria, lalu direkrut Atletico Madrid. Musim pertamanya di klub ibu kota Spanyol langsung mentereng dengan 36 penampilan.

Pelatih Diego Simeone bahkan mengubah posisi Pubill dari bek sayap menjadi bek tengah. Keputusan yang awalnya tak terduga itu justru membawa hasil gemilang.

"Saya akan selalu berterima kasih kepada Simeone; dia telah mengubah hidup saya. Dia menempatkan saya pada posisi yang tidak saya duga dan mengajari dengan sangat cepat," kata Pubill di kamp pelatihan Timnas Spanyol.

Les Privat ala Simeone

Proses adaptasi Pubill tidak instan. Simeone memberikan perhatian ekstra dengan mengadakan les privat untuk mempercepat pemahaman Pubill soal posisi barunya.

"Kami bahkan mengikuti les privat, dan dia dengan cepat memberi saya dasar-dasar untuk menjadi bek tengah yang baik," beber Pubill.

Medali Emas Olimpiade dan Mimpi Piala Dunia

Sebelum debut di Piala Dunia, Pubill sudah mengoleksi medali emas Olimpiade 2024 bersama Spanyol. Kini ia berpeluang menambah koleksi prestasi di turnamen paling bergengsi di dunia.

Perjalanan dari titik terendah di usia 16 tahun hingga masuk skuad Piala Dunia hanya dalam enam tahun. Sebuah lompatan yang sulit dipercaya, bahkan bagi pemain yang nyaris menyerah itu sendiri.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: sport.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top