MANADO — Kepanikan melanda warga Perumahan Kawangkoan Baru, Desa Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, saat gempa bumi dahsyat mengguncang Sulawesi Utara, Senin (8/6/2026) pagi. Getaran yang terasa begitu kuat membuat aktivitas warga mendadak berhenti dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Salah seorang warga, Grace, tengah mencuci piring di dapur ketika guncangan terjadi. Ia kehilangan keseimbangan dan merasakan sensasi yang tak biasa.
"Rasanya seperti berada di atas kapal dengan lautan berombak," kata Grace kepada TribunManado, Senin.
Anaknya langsung menariknya keluar rumah. Begitu tiba di luar, lorong perumahan yang biasanya lengang berubah menjadi ramai oleh warga yang saling bertanya dan membicarakan gempa yang baru saja berlalu.
Warga lain, Roy, baru menyadari ada gempa saat melihat sepeda motornya bergerak sendiri tanpa dikendarai. Instingnya langsung bereaksi.
"Saya langsung insting, ini ada gempa. Langsung saya lari keluar," ungkap Roy.
Menurut Roy, hampir semua warga memilih bertahan di luar rumah hingga getaran benar-benar berhenti. Setelah situasi dirasa aman, ia kembali masuk dan memanjatkan doa. "Semoga Tuhan melindungi Sulut," katanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pukul 06.37 WIB dengan magnitudo 7,7. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menjelaskan, pusat gempa berada di laut sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng," kata Wijayanto dalam keterangan resmi, Senin.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. Kedalaman gempa tercatat 47 kilometer.
Guncangan tak hanya dirasakan di Minahasa Utara. BMKG mencatat Kota Morotai, Halmahera Utara, mengalami intensitas IV MMI — getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah dan menyebabkan jendela serta pintu berderik. Sementara Kabupaten Gorontalo Utara merasakan intensitas III-IV MMI.
Sejumlah daerah lain seperti Manado, Bitung, Palu, Ternate, dan Gorontalo turut merasakan getaran dengan intensitas III MMI, yang digambarkan seperti sensasi saat truk besar melintas.
Tak lama setelah gempa, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami dengan status siaga untuk 14 wilayah, termasuk Minahasa, Manado, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, dan Kota Palu. Status waspada juga diberlakukan untuk sejumlah daerah lain seperti Halmahera dan Kutai Timur.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengungkapkan, tsunami telah tercatat di tiga lokasi, yakni Siau, Maluku Utara, dan Melonguane. Namun, tinggi gelombang yang terpantau relatif kecil, berkisar 9 hingga 18 sentimeter.
Hingga pukul 07.11 WIB, BMKG mencatat dua gempa susulan dengan magnitudo terbesar M 6,7 dan M 5,9. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan susulan.