Gempa M 5,1 Guncang Laut Sangihe Sulut, Rangkaian dari Gempa Maut Filipina yang Tewaskan 41 Orang

Penulis: Alfin Murtado  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 19:51:01 WIB
Gempa berkekuatan M 5,1 mengguncang Laut Sangihe dengan kedalaman 24 km pada pukul 13.15 WIB.

TAHUNA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa M 5,1 terjadi pada pukul 13.15 WIB. Episenter gempa berlokasi di koordinat 5,43 Lintang Utara dan 125,21 Bujur Timur, tepatnya di laut 204 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, dengan kedalaman 24 kilometer.

Gempa Dangkal Akibat Subduksi Lempeng

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip)," ujarnya dalam keterangan resmi.

Getaran dirasakan dengan skala intensitas III MMI di Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe. Sementara itu, getaran dengan skala II hingga III MMI terasa di Kendahe, Kepulauan Sangihe, dan Miangas, Kepulauan Talaud.

Belum Ada Laporan Kerusakan, Tak Berpotensi Tsunami

Hingga saat ini, BMKG menyatakan belum menerima laporan dampak kerusakan akibat gempa tersebut. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tegas Wijayanto.

Meski demikian, warga di pesisir Kepulauan Sangihe dan Talaud diimbau tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat diminta memastikan informasi hanya bersumber dari BMKG.

Rangkaian Gempa Susulan dari Filipina Capai 130 Kali

Gempa M 5,1 di Laut Sangihe ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas seismik pasca-gempa utama M 7,7 yang mengguncang Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) pagi. Hingga pukul 08.00 WIB, BMKG memantau setidaknya 130 kali gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar mencapai M 6,7.

Dampak Gempa Filipina: 41 Tewas dan Ribuan Mengungsi

Otoritas Filipina melaporkan jumlah korban tewas akibat gempa M 7,8 di Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao, telah mencapai 41 orang. Sekitar empat orang lainnya masih dinyatakan hilang, sebagaimana dikutip dari laporan AFP, Selasa (9/6).

Gempa dahsyat tersebut merobohkan bangunan, mengganggu pasokan listrik dan air bersih, serta memicu tanah longsor di sejumlah area. Peringatan tsunami sempat dikeluarkan, dan ribuan warga hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top