Prabowo Ungkap Maung RI-1 Bocor Saat Hujan, Minta Pindad Segera Perbaiki

Penulis: Yoga Permadi  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 18:50:31 WIB
Prabowo mengungkapkan Maung RI-1 bocor saat hujan deras di Sulawesi Utara.

SULAWESI UTARA — Kisah tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Novotel Bandar Lampung, Rabu (10/6). Di hadapan para pengusaha muda, Prabowo mengaku sengaja memilih Maung sebagai mobil dinas kepresidenan, bukan kendaraan mewah impor.

"Saya harus pakai mobil buatan anak Indonesia. Ini mobil baru satu-dua tahun kita bangun. Namanya sesuatu yang baru, mungkin tidak sebagus kalau saya pakai BMW atau Mercedes," ujar Prabowo.

Bocor Saat Hujan Deras

Prabowo menceritakan momen ketika dirinya tertidur di dalam mobil saat hujan deras turun. Ia terbangun setelah mendengar suara tetesan air dari bagian atap kendaraan. Ternyata, mobil Maung RI-1 yang digunakannya mengalami kebocoran.

Setelah kejadian itu, kepala negara langsung meminta PT Pindad melakukan perbaikan. "Aku bilang. 'Pindad, tolonglah bocornya dikurangi'," kata Prabowo menirukan perintahnya kepada pihak BUMN produsen alat pertahanan tersebut.

Bunyi 'Gredek-Gredek' di Pegunungan

Tak cuma bocor, Prabowo juga mengungkapkan pengalaman lain saat menggunakan Maung untuk melintasi daerah pegunungan. Ia mengatakan mobil tersebut mengeluarkan suara berisik dan terasa berguncang ketika melewati medan jalan tertentu.

"Habis itu, pakai mobil itu saat naik gunung, (berbunyi) gredek-gredek. Tapi tidak apa-apa, demi nasionalisme saya tetap pakai mobil itu," ujarnya.

Pesan untuk Pindad

Prabowo mengaku telah mengabari PT Pindad agar memperbaiki kualitas produksinya. Ia menekankan, sebagai produk baru buatan anak bangsa, Maung masih dalam tahap pengembangan sehingga wajar jika terdapat kekurangan.

Meski menghadapi sejumlah kendala teknis, Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus menggunakan produk dalam negeri. Ia berharap langkahnya bisa menjadi contoh bagi masyarakat dan pengusaha Indonesia untuk mencintai buatan lokal.

Reporter: Yoga Permadi
Back to top