SULAWESI UTARA — Langkah besar tengah diambil oleh Macan Kemayoran. Shin Tae-yong, yang baru saja resmi menukangi Persija Jakarta, mendapat lampu hijau dari manajemen klub untuk melakukan revolusi skuad secara total. Presiden klub, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melakukan intervensi dalam urusan teknis dan pemilihan pemain.
"Pemilihan pemain dan penyusunan skuad secara penuh nantinya diserahkan sepenuhnya kepada Coach Shin Tae-yong," ujar Prapanca dalam pernyataan resmi yang dikutip dari laman ileague.id.
Keputusan pertama STY sudah jelas: mengakhiri kerja sama dengan tujuh pemain asing lama. Langkah ini diambil demi menyediakan tempat bagi legiun impor pilihannya. Shin Tae-yong secara terbuka mengakui telah menjalin komunikasi intensif dengan pemilik klub untuk menyamakan visi.
Menurutnya, Persija harus menjadi pionir dalam mendatangkan pemain asing berkelas internasional jika ingin Liga 1 Indonesia naik level.
"Saya terus meyakinkan bahwa jika liga ingin berkembang, kami harus mendatangkan pemain-pemain bagus. Kami harus mengambil peran sebagai pelopor atau pemimpin dalam memajukan liga ini," kata Shin Tae-yong saat sesi pemaparan program tim.
Meski merombak sektor pemain asing, Shin Tae-yong memastikan pilar lokal tetap dipertahankan. Rizky Ridho, Dony Tri Pamungkas, Fajar Fathurrahman, hingga dua pemain naturalisasi senior Jordi Amat dan Shayne Pattynama dipastikan menjadi fondasi tim.
Namun, pelatih berusia 55 tahun itu tidak menutup kemungkinan untuk memboyong pemain-pemain langganan Timnas Indonesia yang pernah menjadi andalannya. Ia mengakui secara pribadi ingin membawa mereka, tetapi harus menghormati kontrak yang masih berjalan dengan klub masing-masing.
"Secara pribadi saya jelas ingin membawa mereka. Namun, mereka juga memiliki situasi kontrak yang sedang berjalan dengan klub lain, jadi menurut saya hal itu adalah sesuatu yang harus dikoordinasikan atau disesuaikan terlebih dahulu," tutur mantan pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 tersebut.
Langkah berani ini menunjukkan keseriusan Persija dalam membangun tim jangka panjang. Dengan wewenang penuh yang diberikan, Shin Tae-yong memiliki kendali mutlak untuk membentuk skuad sesuai filosofinya. Keputusan untuk mempertahankan pemain lokal berlabel timnas sekaligus merekrut pemain asing bintang menjadi strategi yang dinilai rasional oleh banyak pengamat.
Musim depan, Persija dipastikan akan tampil dengan wajah baru yang lebih kompetitif. Pertanyaannya sekarang, apakah ambisi Shin Tae-yong untuk menjadi pemimpin Liga 1 akan terwujud? Jawabannya akan terlihat saat bursa transfer musim panas nanti.