SULAWESI UTARA — Laga uji coba antara Uruguay dan Tanjung Verde pada pekan lalu menjadi perhatian khusus Scaloni. Bagi pelatih berusia 46 tahun itu, setiap pertandingan tim kuat Amerika Selatan adalah kelas taktik yang tak boleh dilewatkan, apalagi saat persiapan menuju Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Bukan sekadar menonton, Scaloni menggunakan pertandingan tersebut untuk membaca perkembangan taktik Marcelo Bielsa, pelatih anyar Uruguay yang dikenal dengan gaya pressing tinggi dan transisi cepat. Bagi Argentina, Uruguay bukan lawan sembarangan—keduanya kerap bertemu di kualifikasi zona Conmebol.
“Setiap turnamen punya cerita berbeda. Kami harus terus memperbarui data tentang lawan-lawan potensial,” ujar Scaloni dalam sesi wawancara di fasilitas pelatihan Argentina. Ia menambahkan bahwa laga melawan tim sekelas Uruguay selalu memberikan pelajaran baru, baik dari sisi defensif maupun serangan balik.
Dalam laga tersebut, Uruguay menunjukkan intensitas tinggi sejak menit awal. Tanjung Verde, yang bukan unggulan, justru mampu merepotkan lini belakang Uruguay dengan kecepatan sayap mereka. Scaloni mencatat dua hal krusial: pertama, bagaimana Bielsa menginstruksikan full-back untuk ikut naik membantu serangan; kedua, celah di lini tengah Uruguay saat kehilangan bola.
“Detail kecil seperti posisi gelandang saat transisi bisa jadi pembeda di babak gugur Piala Dunia,” kata Scaloni. Ia juga menyoroti efektivitas Tanjung Verde yang memanfaatkan bola mati—area yang kerap menjadi kelemahan Argentina di beberapa laga kualifikasi.
Scaloni menegaskan bahwa skuadnya kini tidak lagi bergantung penuh pada Lionel Messi meski sang kapten tetap menjadi poros permainan. Ia menyebut pemain seperti Enzo Fernandez dan Julian Alvarez harus siap membaca pola lawan yang terus berubah.
“Kami sedang membangun tim yang adaptif. Bukan cuma soal siapa yang main, tapi bagaimana kami membaca pertandingan,” pungkas Scaloni. Dengan pendekatan analitis seperti ini, Argentina berharap bisa mempertahankan gelar juara dunia yang diraih di Qatar 2022.