SULAWESI UTARA — Kebijakan harga baru Apple berlaku serentak untuk seluruh lini komputer dan tablet, tanpa terkecuali. Berdasarkan laporan Bloomberg yang dikutip dari analis Mark Gurman, kenaikan termurah terjadi pada MacBook Neo yang naik 100 dolar AS (sekitar Rp1,6 juta) menjadi 699 dolar AS (sekitar Rp11,5 juta). Sementara itu, lini paling premium seperti MacBook Pro 14 inci entry-level melonjak dari 1.699 dolar AS (sekitar Rp28 juta) menjadi 1.999 dolar AS (sekitar Rp33 juta).
iPad Pro juga mengalami kenaikan signifikan, dari 999 dolar AS (sekitar Rp16,5 juta) menjadi 1.199 dolar AS (sekitar Rp19,8 juta). iPad Air naik 150 dolar AS (sekitar Rp2,5 juta) menjadi 749 dolar AS (sekitar Rp12,4 juta).
Yang paling mencolok adalah Mac Studio M4 Max, yang harganya melesat dari 1.999 dolar AS (sekitar Rp33 juta) menjadi 2.499 dolar AS (sekitar Rp41,2 juta). Kenaikan 500 dolar AS ini menjadikannya yang tertinggi dalam daftar.
Dalam pernyataan resmi kepada Bloomberg, seorang perwakilan Apple menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan. "Kami tahu ini bukan kabar baik, dan kami bekerja tanpa lelah untuk mencari solusi," ujar sang juru bicara.
Apple mengklaim belum pernah melihat harga komponen naik setinggi dan secepat ini. Pihaknya juga menyebut telah berusaha menahan kenaikan selama berbulan-bulan. "Kami telah melindungi pelanggan dari kenaikan ini sejauh mungkin, tetapi sekarang kami harus mulai menaikkan harga pada sejumlah produk," tambah perwakilan tersebut.
Fenomena ini sudah diprediksi sejak April 2026, ketika Tim Cook secara terbuka menyatakan bahwa kelangkaan komponen dan kenaikan harga diproyeksikan belum akan mereda. Saat itu, Apple sudah mulai menarik varian termurah Mac Mini seharga 599 dolar AS, dan meningkatkan spesifikasi memori pada MacBook Air serta MacBook Pro terbaru sebagai kompensasi atas harga yang lebih tinggi.
Berikut perubahan harga perangkat Apple per 25 Juni 2026:
Kenaikan harga di atas masih dalam denominasi dolar AS. Untuk pasar Indonesia, harga final biasanya ditambah pajak impor, bea masuk, dan PPN. Dengan kurs estimasi Rp16.500 per dolar AS, konsumen Indonesia berpotensi menghadapi kenaikan harga antara Rp1,6 juta hingga Rp8,2 juta, tergantung model.
Harga iPhone disebut belum tersentuh kebijakan ini. Namun, jika krisis komponen berlanjut, bukan tidak mungkin kenaikan serupa menyusul untuk lini smartphone unggulan Apple.
Bagi pengguna yang sedang mempertimbangkan upgrade, keputusan membeli sekarang atau menunggu menjadi dilema. Pasalnya, Apple belum memberikan sinyal kapan harga komponen akan kembali normal, dan perwakilannya hanya menyebut perusahaan sedang "bekerja mencari solusi" tanpa jadwal pasti.