IPM Sulut 2025 Tembus 76,32 dan Kalahkan Rata-rata Nasional, Ini 3 Dimensi yang Dorong Kenaikan

Penulis: Alfin Murtado  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 13:24:47 WIB
Indeks Pembangunan Manusia Sulut 2025 mencapai 76,32, melampaui rata-rata nasional.

MANADO — Kualitas hidup masyarakat Sulawesi Utara kembali mencatat rekor baru. Berdasarkan rilis BPS yang dirilis awal November 2025, IPM provinsi ini naik 0,64 poin atau 0,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 75,68.

Kepala BPS Sulut, Aidil Adha, menyebutkan status pembangunan manusia di daerah ini sudah konsisten berada di kategori “tinggi” sejak 2020. “Selama 2020–2025, IPM Provinsi Sulawesi Utara rata-rata meningkat sebesar 0,71 persen per tahun,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Ungguli Riau, Aceh, dan Jatim

Dengan skor 76,32, Sulawesi Utara unggul dari sejumlah provinsi besar seperti Riau (76,31), Aceh (76,23), Jawa Timur (76,13), dan Sulawesi Selatan (75,92). Posisi ini juga menempatkan Sulut di urutan ke-9 nasional, di bawah Sumatera Utara (76,47) dan di atas Riau.

Di tingkat regional, Sulawesi Utara menjadi satu-satunya wakil Pulau Sulawesi yang masuk 10 besar. Sebagai perbandingan, DKI Jakarta masih memuncaki daftar dengan skor 85,05, disusul DI Yogyakarta (82,48) dan Kepulauan Riau (80,53).

Semua Indikator Membaik, Pengeluaran Warga Naik Signifikan

BPS mencatat seluruh dimensi penyusun IPM Sulut mengalami perbaikan sepanjang 2025. Umur Harapan Hidup (UHH) naik 0,36 tahun menjadi 74,44 tahun. Harapan Lama Sekolah (HLS) bertambah tipis dari 12,97 tahun menjadi 12,98 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah (RLS) naik dari 9,84 tahun menjadi 9,91 tahun.

Dimensi pengeluaran riil per kapita per tahun mencatat kenaikan paling tajam, yakni Rp452 ribu atau 3,77 persen dibanding 2024. “Hal ini menandakan adanya perbaikan kesejahteraan ekonomi masyarakat, yang sejalan dengan perkembangan sektor-sektor produktif di daerah,” demikian analisa BPS Sulut.

Manado dan Tomohon Tertinggi, Bolsel Kini Status “Tinggi”

Di level kabupaten/kota, Kota Manado mencatat IPM tertinggi se-Sulut dengan skor 82,40, disusul Kota Tomohon di angka 80,65. Keduanya sudah masuk kategori “sangat tinggi” secara nasional.

Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menorehkan kabar baik. Daerah ini resmi keluar dari status “sedang” setelah IPM-nya mencapai 70,54, masuk kategori “tinggi”. Dengan capaian ini, seluruh daerah di Sulawesi Utara kini sudah berstatus pembangunan manusia “tinggi”. Tidak ada lagi yang tersisa di kategori “sedang”.

Apa Artinya bagi Warga?

Kenaikan IPM mencerminkan perbaikan tiga aspek dasar: umur panjang dan sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Bagi warga Sulut, angka ini berarti harapan hidup yang lebih panjang, akses pendidikan yang lebih luas, dan daya beli yang meningkat.

Secara nasional, IPM Indonesia 2025 tercatat 75,90, naik 0,88 poin dari 75,02 pada 2024. BPS menyebut kenaikan ini terutama didorong oleh perbaikan dimensi standar hidup layak dan pengetahuan di berbagai daerah.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: beritamanado.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top