SULAWESI UTARA — General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah tujuan akhir. "Zero Accident bukan sekadar indikator keberhasilan kinerja, tetapi merupakan hasil dari budaya keselamatan yang terus dibangun dan dijalankan secara konsisten oleh seluruh insan perusahaan," ujarnya di Bandung, Senin (13/7).
Menurutnya, setiap pekerjaan harus diawali dengan pengenalan dan pengendalian seluruh potensi risiko. Dengan begitu, petugas bisa bekerja aman tanpa mengganggu layanan kelistrikan bagi masyarakat.
PLN UID Jawa Barat tidak hanya mengandalkan prosedur di atas kertas. Sejumlah program dijalankan secara berkelanjutan, mulai dari safety briefing sebelum pekerjaan dimulai, penerapan Contractor Safety Management System (CSMS), hingga pembentukan komite keselamatan.
Perusahaan juga rutin menggelar Identifikasi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian Risiko (IBPPR), pemeriksaan kesehatan pegawai, serta pelatihan keselamatan. Semua hasil evaluasi dipantau dan dilaporkan sebagai bagian dari perbaikan terus-menerus.
Joharifin menekankan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab moral, bukan sekadar kewajiban administratif. "Ketika kita bekerja dengan selamat, kita bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga menjaga keluarga yang menanti kita pulang," tegasnya.
Atas capaian ini, PLN UID Jawa Barat menerima penghargaan Zero Accident Semester I 2026 dari Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Arsyadany Ghana Akmalaputri. Penghargaan diserahkan pada Kamis (9/7) dan diterima langsung oleh Muhammad Joharifin.
Ke depan, perusahaan berkomitmen memperkuat implementasi budaya HSSE di seluruh proses bisnis. Keberanian untuk saling mengingatkan dan melakukan intervensi saat melihat potensi bahaya akan terus didorong agar nihil kecelakaan bisa dipertahankan.