JAKARTA — Gempa bumi tektonik mengguncang perairan utara Sulawesi pada Selasa (14/7) pukul 22.49 WIB. Pusat gempa berada di laut, 198 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG melaporkan guncangan terkuat dirasakan di Kepulauan Sangihe pada skala III hingga IV MMI. Pada skala ini, getaran terasa nyata di dalam rumah dan menimbulkan efek seperti ada truk besar yang melintas di dekat lokasi.
Sementara itu, warga di Manado, Minahasa Selatan, dan Minahasa merasakan guncangan lebih ringan pada skala II hingga III MMI. Getaran dirasakan oleh sebagian orang, dengan benda-benda ringan yang digantung mulai bergoyang.
Kendati pusat gempa berada di laut dengan kedalaman dangkal, BMKG memastikan gempa ini tidak memicu gelombang tsunami. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
BMKG mengingatkan warga di sekitar lokasi gempa untuk mewaspadai kemungkinan gempa susulan. Masyarakat diminta mengikuti arahan pihak berwenang dan mengetahui titik aman di sekitar tempat tinggal masing-masing sebagai langkah antisipasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya.