5 Pantai Surfing Terbaik di Sulawesi Utara untuk Pemula, Lengkap dengan Tips Aman

Penulis: Alfin Murtado  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 13:57:31 WIB
Pantai Malalayang di Manado menyajikan ombak pecah di atas pasir yang aman bagi peselancar pemula.

Bunaken, Lembeh, dan Likupang—tiga nama itu langsung terbayang saat orang bicara Sulawesi Utara. Tapi di balik keindahan bawah laut dan pasir putih, pesisir utara Sulawesi menyimpan ombak yang bersahabat untuk pemula. Bukan ombak ganas ala Hawaii, melainkan gelombang panjang dan landai yang memberi waktu buat kamu belajar membaca arus.

Artikel ini bukan daftar klise. Saya akan memandu kamu ke lima titik yang sudah lama jadi tempat latihan peselancar lokal. Tidak ada harga tiket atau jam buka yang saya karang—cek langsung ke lokasi untuk informasi terbaru.

1. Pantai Malalayang, Manado

Malalayang adalah pilihan pertama yang paling mudah dijangkau dari pusat kota Manado. Pantai ini membentang di sepanjang jalan raya, sekitar 15 menit dari pusat kota. Ombak di sini pecah di atas pasir, bukan karang, sehingga risiko cedera minimal.

Waktu terbaik datang pagi hari antara pukul 06.00 hingga 09.00. Angin masih tenang, dan ombak belum terlalu besar. Banyak komunitas selancar lokal yang rutin latihan di sini—kamu bisa belajar dari mereka secara informal. Tidak ada persewaan papan di lokasi, jadi bawa sendiri atau sewa dari toko di Manado.

2. Pantai Tanjung Merah, Bitung

Kota Bitung, yang dikenal dengan Pelabuhan dan kawasan industri perikanan, ternyata menyembunyikan spot surfing yang tenang. Tanjung Merah berada di pesisir selatan Bitung, sekitar 30 menit dari pusat kota. Ombaknya pendek dan tidak terlalu kuat—ideal untuk latihan pop-up dan keseimbangan.

Akses menuju pantai melewati jalan desa yang cukup sempit. Parkir kendaraan terbatas, jadi motor lebih fleksibel. Air di sini cenderung tenang di musim kemarau (Mei–Oktober). Tidak ada kafe atau warung besar, jadi siapkan bekal sendiri.

3. Pantai Pal, Likupang

Likupang sedang naik daun sejak ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus pariwisata. Pantai Pal terletak di Desa Pal, Kecamatan Likupang Timur. Ombak di sini pecah perlahan dan membentuk gelombang panjang—cocok untuk pemula yang ingin merasakan gliding pertama kali.

Berbeda dengan Malalayang, Pantai Pal lebih sepi. Kamu bisa latihan tanpa khawatir bertabrakan dengan peselancar lain. Pasirnya putih, dasarnya rata, dan tidak ada batu tajam. Beberapa penginapan mulai bermunculan di sekitar Likupang, tapi tidak ada persewaan papan khusus. Bawa papan sendiri atau koordinasikan dengan komunitas selancar Manado.

4. Pantai Lihunu, Pulau Bangka

Pulau Bangka, yang terkenal dengan pasir putih dan air jernih, punya spot surfing untuk pemula di Lihunu. Ombak di sini pecah di sisi timur pulau, dengan tinggi rata-rata 0,5–1 meter. Arusnya tidak deras, dan dasarnya berpasir.

Untuk mencapai Lihunu, kamu harus naik perahu dari dermaga Likupang atau Pulau Talise. Waktu tempuh sekitar 30–45 menit. Tidak ada infrastruktur selancar di pulau ini—benar-benar spot alami. Bawa semua perlengkapan dari Manado. Lebih baik datang saat air laut sedang surut agar ombak lebih stabil.

5. Pantai Kalasey, Minahasa

Kalasey berada di pesisir barat Minahasa, sekitar 20 menit dari Bandara Sam Ratulangi. Pantai ini populer di kalangan pemula karena ombaknya konsisten dan tidak terlalu besar. Dasar lautnya berpasir dan landai, sehingga aman untuk jatuh bangun.

Ada beberapa warung makan di sekitar pantai yang buka siang hari. Kalau kamu datang pagi, suasana masih sepi. Angin bertiup dari arah timur laut, jadi ombak paling bagus di pagi hingga siang. Tidak ada instruktur selancar tetap di sini, tapi beberapa pemuda lokal kadang bersedia mengajari dengan bayaran sukarela.

Tips Penting Sebelum Surfing di Sulawesi Utara

Bawa papan sendiri jika memungkinkan—persewaan papan masih jarang di luar Manado. Gunakan rash guard atau wetsuit tipis karena sinar matahari di Sulawesi Utara cukup terik. Selalu cek prakiraan cuaca dan tinggi gelombang sebelum berangkat. Jangan memaksakan diri jika ombak tiba-tiba membesar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah saya perlu pengalaman sebelumnya untuk surfing di pantai-pantai ini?
Tidak. Lima pantai di atas dirancang untuk pemula. Ombaknya landai, dasarnya berpasir, dan tidak ada arus kuat. Tapi tetap wajib tahu teknik dasar keselamatan air.

Kapan musim terbaik untuk surfing pemula di Sulawesi Utara?
Musim kemarau antara Mei hingga Oktober. Ombak lebih stabil dan angin tidak terlalu kencang. Hindari Desember–Februari karena gelombang besar dan hujan sering terjadi.

Apakah ada instruktur selancar di lokasi?
Belum ada instruktur profesional tetap di pantai-pantai ini. Komunitas selancar Manado kadang mengadakan latihan bersama di Malalayang. Kamu bisa bergabung melalui media sosial atau datang langsung pagi hari.

Bagaimana cara menuju pantai-pantai ini tanpa kendaraan pribadi?
Untuk Malalayang dan Kalasey, kamu bisa naik mikrolet atau ojek dari pusat Manado. Tanjung Merah di Bitung bisa dicapai dengan angkutan umum dari terminal Bitung. Pantai Pal dan Lihunu lebih mudah dijangkau dengan kendaraan sewa atau ikut tur.

Apa yang harus dibawa untuk surfing sehari penuh?
Papan selancar, sunscreen tahan air, rash guard, air minum minimal 2 liter, makanan ringan, dan perlengkapan P3K. Jangan lupa bawa tas kedap air untuk melindungi ponsel dan dompet.

Lima pantai ini bukan sekadar tempat berenang. Mereka adalah titik awal buat kamu yang ingin merasakan sensasi meluncur di atas ombak tanpa harus takut cedera. Sulawesi Utara punya ombak yang sabar—tinggal kamu yang memutuskan untuk mencoba. Cek jam operasional dan kondisi terkini lewat media sosial komunitas selancar setempat sebelum berangkat. Selamat mencoba.

Reporter: Alfin Murtado
Back to top