TALAUD — Kedatangan Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus dan Gubernur Sulut Yulius Selvanus di Bandara Melonguane langsung disambut oleh Bupati Kepulauan Talaud Welly Tita, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, serta jajaran Forkopimda setempat. Suasana penyambutan berlangsung khidmat sebagai simbol sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mengawal program strategis di pulau terluar.
Program Karya Bakti Skala Besar 2026 dirancang untuk menjawab kebutuhan mendasar masyarakat di perbatasan. Selama dua bulan, ratusan personel gabungan akan fokus pada pembangunan infrastruktur fisik dan program nonfisik yang berdampak langsung pada warga.
Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata pengabdian TNI kepada bangsa. "Kami hadir membantu Pemerintah Daerah mengatasi kesulitan masyarakat dan mempercepat pembangunan. Ini bukti bahwa TNI dan rakyat bukan sekadar semboyan," tegasnya dalam sambutan.
Selain personel TNI dan Pemda, puluhan mahasiswa dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) juga dilibatkan dalam program ini. Mereka diberangkatkan dari Pelabuhan Samudera Bitung untuk bergabung dalam kegiatan pengabdian di Talaud. Kehadiran mahasiswa diharapkan membawa energi baru dalam pelaksanaan program di lapangan.
Berbagai sasaran fisik telah dipersiapkan, mulai dari perbaikan jalan, fasilitas umum, hingga sarana air bersih. Sementara itu, program nonfisik mencakup penyuluhan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus menyebut bahwa Karya Bakti Skala Besar ini merupakan komitmen bersama untuk menghadirkan pembangunan yang merata, terutama di wilayah yang selama ini sulit dijangkau. "Kami bersama TNI bertekad memastikan masyarakat di pulau terluar merasakan dampak pembangunan secara langsung," ujarnya.
Program ini menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dan TNI di Sulawesi Utara, mengingat posisi strategis Kepulauan Talaud yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Sinergi antara TNI dan Pemda dinilai kunci untuk mempercepat pemerataan pembangunan di daerah perbatasan.