MANADO — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Utara, Drs. Noldy Z. Salindeho, M.Si., menyatakan bahwa Gubernur Yulius Selvanus mampu mengubah tantangan ketenagakerjaan menjadi peluang di tengah derasnya arus otomatisasi dan pergeseran industri.
"Semua itu dapat dicapai dengan strategi peningkatan keterampilan (upskilling dan reskilling), adopsi teknologi cerdas, serta penguatan sektor kewirausahaan," ujar Salindeho dalam forum yang dihadiri komunitas dan dunia usaha tersebut.
Menurut Salindeho, hilangnya pekerjaan konvensional justru membuka pintu bagi terciptanya kesempatan baru yang berbasis digital dan berkelanjutan. Pemerintah provinsi tidak tinggal diam menghadapi pergeseran landskap industri ini.
Disnaker Sulut, lanjutnya, kini bertindak lebih proaktif dalam menyediakan program pelatihan bagi calon tenaga kerja. Langkah ini diambil untuk memastikan sumber daya manusia di Sulawesi Utara siap bersaing di era baru.
Salindeho menambahkan bahwa pihaknya juga mempermudah akses bagi generasi muda, terutama fresh graduate, dalam menggunakan sistem informasi ketenagakerjaan terpadu. Sistem ini dirancang untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja secara riil di lapangan.
Dengan pemetaan yang akurat, pemerintah berharap para pencari kerja dapat menyesuaikan kompetensi mereka dengan permintaan industri yang terus berubah. Langkah ini menjadi kunci mewujudkan Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Forum diskusi dialektika "Ngopi Bareng JIPS" menjadi ruang dialog antara pemerintah, komunitas, dan dunia usaha untuk membahas peluang di tengah tantangan. Adopsi teknologi cerdas dan penguatan sektor kewirausahaan menjadi pilar utama strategi Gubernur Yulius Selvanus.
"Kami menggenjot SDM yang unggul untuk menghadapi perubahan ini," tegas Salindeho. Program pelatihan yang lebih agresif diharapkan mampu menekan angka pengangguran sekaligus menciptakan lapangan kerja baru berbasis digital di Sulawesi Utara.