RATAHAN — Perayaan Pengucapan Syukur di Kabupaten Minahasa Tenggara tahun ini bukan sekadar seremoni tahunan. Momen yang jatuh pada 19 Juli 2026 itu menjadi titik temu bagi warga untuk menumpahkan rasa syukur atas berkat, perlindungan, dan kemajuan yang telah diraih daerah.
Rieske Palad, S.H., M.Si., yang menjabat Kepala Bidang Pengembangan, Mutasi dan Promosi BKPSDM Minahasa Tenggara, mengambil nasihat dari Mazmur 136:1. Ayat itu berbunyi: “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”
Bagi masyarakat Minahasa Tenggara, tradisi Pengucapan Syukur sudah mengakar kuat. Perayaan ini menjadi ruang kolektif untuk merefleksikan perjalanan setahun ke belakang—apa yang sudah diraih, apa yang masih perlu diperjuangkan.
Rieske menekankan bahwa melalui perayaan ini, semangat Bersyukur, Bersatu, dan Membangun harus terus diperkuat. Tujuannya jelas: mewujudkan Kabupaten Minahasa Tenggara yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.
“Selamat merayakan Pengucapan Syukur, semoga damai dan berkat senantiasa menyertai setiap langkah kita,” ujar Rieske dalam pernyataannya, Kamis (16/1/2025).
Pesan ini disampaikan Rieske tidak hanya sebagai pejabat BKPSDM, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat Minahasa Tenggara. Ia berharap perayaan tahun ini bisa menjadi momentum kebersamaan lintas golongan.
Belum ada informasi mengenai rangkaian acara resmi yang akan digelar pemerintah daerah pada 19 Juli 2026 nanti. Namun, tradisi Pengucapan Syukur biasanya diisi dengan ibadah syukur di gereja, makan bersama keluarga, dan kunjungan ke rumah sanak saudara.
Bagi warga Minahasa Tenggara yang merantau, momen ini kerap menjadi alasan untuk pulang kampung. Perayaan tahun lalu, misalnya, diwarnai dengan pawai kendaraan hias dan pertunjukan musik daerah di beberapa kecamatan.