SULAWESI UTARA — Antrean kendaraan mengular di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sumatera Utara pekan lalu. Warga mengeluhkan waktu tunggu yang membengkak hingga berjam-jam. Namun, Pertamina memastikan bahwa stok BBM di wilayah tersebut sebenarnya aman.
"Penyebabnya bukan gangguan pasokan dari kilang," ujar Oki Muraza dalam konferensi pers, Kamis (17/4). "Kami temukan indikasi fraud yang dilakukan oleh oknum sopir mobil tangki di lapangan."
Pertamina menduga oknum sopir sengaja memperlambat proses bongkar muat BBM di depo atau melakukan pengalihan rute pengiriman. Akibatnya, jadwal pasokan ke SPBU menjadi kacau dan menimbulkan antrean di titik-titik tertentu.
Oki menjelaskan, modus ini merugikan negara dan masyarakat. "Mereka memanfaatkan celah untuk mendapatkan keuntungan pribadi, sementara konsumen di SPBU harus menunggu," tambahnya.
Antrean panjang terjadi di SPBU sekitar Medan dan Deli Serdang. Pengendara sepeda motor dan mobil pribadi mengeluh kehilangan waktu kerja dan bahan bakar terbuang sia-sia saat mesin menyala dalam antrean.
Beberapa SPBU bahkan kehabisan stok jenis BBM tertentu, seperti Pertalite dan Solar, selama beberapa jam. "Kami terpaksa membatasi pembelian karena pasokan dari depo tidak kunjung datang," kata seorang pengelola SPBU di kawasan Medan.
Pertamina bergerak cepat dengan membentuk tim investigasi internal. Perusahaan telah mengidentifikasi beberapa sopir yang diduga terlibat dan akan memberikan sanksi tegas, termasuk pemutusan kontrak kerja sama.
"Kami juga akan memperketat pengawasan distribusi dengan sistem digital tracking pada seluruh armada mobil tangki," tegas Oki. Langkah ini untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di daerah lain.
Selain itu, Pertamina mengerahkan pasokan tambahan dari depo terdekat untuk menormalkan kembali distribusi di Sumut. Hingga Jumat (18/4) pagi, antrean di sejumlah SPBU mulai berkurang drastis.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa masalah distribusi BBM tidak selalu soal ketersediaan stok, tetapi juga integritas rantai pasok di lapangan. Pertamina berjanji akan menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya.