BULOG Serap 3,5 Juta Ton Beras Petani hingga Juli 2026, Stok Pangan Nasional Makin Kokoh

Penulis: Yoga Permadi  •  Senin, 27 Juli 2026 | 15:09:31 WIB
Petani menunjukkan hasil panen gabah di sentra produksi Sulawesi Utara, Selasa (25/7/2026).

SULAWESI UTARAPemerintah melalui Perum BULOG terus menggenjot penyerapan hasil panen petani di tengah musim panen raya. Hingga 24 Juli 2026, BULOG sudah mengantongi 3,5 juta ton setara beras, menandakan serapan berjalan agresif di berbagai sentra produksi.

“Alhamdulillah, hingga 24 Juli 2026 pengadaan setara beras hasil panen dalam negeri telah mencapai 3,5 juta ton. Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh pihak,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).

Sinergi Lapangan Jadi Kunci Serapan Maksimal

Direktur Utama BULOG menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Mulai dari petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), Babinsa, Bhabinkamtibmas, mitra kerja BULOG, hingga pemerintah daerah dan pusat, semuanya bergerak bersama.

Menurut Rizal, sinergi ini menjadi fondasi utama untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Dengan tren pengadaan yang terus meningkat, BULOG yakin target 4 juta ton setara beras akan segera tercapai.

“Ini bukan sekadar pencapaian angka, tetapi menjadi wujud nyata keberhasilan bersama dalam memperkuat kemandirian pangan nasional,” tegasnya.

Petani Diuntungkan, Stok Pemerintah Terisi

Bagi petani, serapan besar-besaran ini punya dampak langsung. BULOG berkomitmen tidak akan menghentikan pembelian gabah dan beras meski target nasional sudah terpenuhi. Langkah ini penting untuk menjaga harga gabah tetap menguntungkan di tingkat petani sekaligus memperbesar Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

“Setelah target tercapai pun kami akan tetap menyerap hasil panen dalam negeri semaksimal mungkin sesuai penugasan pemerintah dan kapasitas yang tersedia,” ujar Rizal.

CBP yang bertambah besar menjadi instrumen strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional. Dengan stok yang kuat, risiko lonjakan harga beras di pasar bisa diredam.

Target Berlanjut Hingga Akhir September 2026

Ke depan, BULOG akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di sentra-sentra produksi. Dukungan ini diyakini akan memperkokoh upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan hingga akhir September 2026.

Dengan serapan yang sudah mencapai 87 persen dari target nasional, optimisme BULOG bukan tanpa dasar. Jika tren ini berlanjut, Indonesia semakin dekat dengan cita-cita mandiri, tangguh, dan berdaulat di sektor pangan.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: kilasjatim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top