Bukan Cuma Teori, PLN Ajak Siswa Manado Jadi "Duta Keselamatan" Listrik Demi Cegah Kecelakaan

Penulis: Zainul Arifin  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 12:16:01 WIB
Siswa SMA Negeri 3 Tuminting di Manado mengikuti program PLN Goes To School yang memberikan edukasi langsung tentang keselamatan listrik.

SULAWESI UTARA — Risiko sengatan listrik sering kali dianggap sepele, padahal bisa berakibat fatal. Sadar akan hal itu, PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Suluttenggo memutuskan untuk turun langsung ke bangku sekolah. Program bertajuk PLN Goes To School ini digelar di SMA Negeri 3 Tuminting, Manado, dengan melibatkan Tim Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L).

Materi yang disampaikan bukan sekadar teori kelistrikan. Para siswa diajak berdiskusi tentang hal-hal konkret: larangan bermain di dekat jaringan listrik, bahaya menyentuh saklar saat tangan basah, hingga cara melaporkan kabel putus yang berpotensi membahayakan. Antusiasme terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung cair.

Investasi Jangka Panjang untuk Generasi Muda

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa pihaknya sengaja menyasar anak sekolah sebagai investasi jangka panjang. "Kami ingin menginternalisasi budaya Safety First kepada generasi muda. Siswa tidak hanya kita bekali untuk menjaga diri sendiri, tetapi juga didorong menjadi ‘duta keselamatan’ yang mampu mengedukasi keluarga dan lingkungan sekitarnya," ujar Usman dalam keterangan resminya.

Senada dengan hal tersebut, Manager PLN UP2D Suluttenggo, Muhammad Ariamuddin, menambahkan bahwa edukasi ini adalah bentuk tanggung jawab bersama. "Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap materi yang disampaikan dapat membekali para siswa untuk lebih peka. Edukasi sejak dini seperti ini sangat krusial agar manfaat besar energi listrik dapat dirasakan secara optimal tanpa mengabaikan aspek keamanannya," ungkapnya.

Dari Ruang Kelas ke Lingkungan Rumah

Lady Langkay, perwakilan Tim K3L PLN UP2D Suluttenggo, menyebut bahwa dampak program ini tidak boleh berhenti di dalam kelas. "Ketika para siswa mempraktikkan perilaku aman dan membagikan informasinya kepada orang-orang terdekat, kita sedang mencegah potensi kecelakaan listrik di masa depan," jelas Lady.

PLN UID Suluttenggo berkomitmen untuk terus menjalankan program serupa secara berkelanjutan. Langkah ini diambil demi mewujudkan lingkungan yang lebih aman dan responsif terhadap bahaya listrik, dimulai dari generasi muda di Sulawesi Utara.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: manadozone.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top