7 Komunitas Hobi Aktif di Sulawesi Utara yang Bisa Kamu Ikuti, dari Pecinta Alam hingga Fotografi

Penulis: Vikri Alfandi  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 18:23:02 WIB
Komunitas Sulut Adventurer tengah melakukan pendakian di jalur Gunung Klabat, Sulawesi Utara.

Manado bukan cuma soal kuliner dan pantai. Di balik hiruk pikuk kota, banyak warga lokal dan perantau yang mencari ruang untuk ngobrol, belajar, atau sekadar melepas penat lewat hobi. Komunitas-komunitas ini jadi jawaban. Ada yang fokus pada petualangan alam, ada juga yang lebih santai seperti ngopi sambil diskusi film.

Buat kamu yang baru pindah ke Sulawesi Utara atau sekadar ingin memperluas lingkaran pertemanan, berikut tujuh komunitas hobi aktif yang bisa kamu datangi. Informasi ini berdasarkan pengalaman anggota dan pantauan kegiatan mereka beberapa bulan terakhir.

1. Sulut Adventurer – Komunitas Pecinta Alam dan Hiking

Komunitas ini paling sering terlihat di jalur pendakian Gunung Klabat dan Gunung Lokon. Mereka rutin mengadakan open trip setiap akhir pekan, terutama saat musim kemarau antara Juni hingga September. Pendaki pemula biasanya diajak ke Bukit Kasih di Kanonang atau Air Terjun Tumimperas di Minahasa Utara.

Tips dari anggota lama: bawa jaket tebal meski cuaca panas di Manado. Suhu di puncak bisa turun drastis. Untuk info jadwal, pantau Instagram mereka atau tanya langsung di grup WhatsApp yang biasanya dibagikan saat kopdar bulanan di Lapangan Sparta Tikala.

2. Manado Bikers Brotherhood – Komunitas Sepeda Gunung dan Roadbike

Bersepeda di Sulawesi Utara punya tantangan sendiri: tanjakan curam dan tikungan tajam. Komunitas ini mengayuh setiap Minggu pagi, start dari Megamas Manado menuju Tondano atau Kakaskasen. Rute favorit mereka adalah jalur perbukitan di sekitar Danau Tondano yang pemandangannya sulit ditandingi.

Bikers Brotherhood tidak hanya untuk atlet. Banyak anggota baru yang baru pertama kali punya sepeda. Mereka punya sesi khusus "Sunday Easy Ride" untuk pemula yang kecepatannya santai. Jangan lupa bawa air minum lebih—toko di jalur gunung jarang buka pagi hari.

3. Fotografer Manado (FotMan) – Komunitas Fotografi

Komunitas ini berawal dari kumpulan kecil di salah satu kafe di Jalan Sam Ratulangi. Kini, FotMan punya anggota dari berbagai latar belakang: jurnalis, mahasiswa, sampai pensiunan yang baru belajar kamera. Mereka mengadakan hunting foto bareng setiap dua minggu sekali di lokasi ikonik seperti Pasar 45 Manado, Kampung Nelayan di Pantai Malalayang, atau kawasan Benteng Moraya.

Yang menarik, FotMan sering mengundang fotografer profesional untuk sharing session gratis. Topiknya praktis: cara edit pakai HP, komposisi cahaya alami, sampai tips jual foto di platform stock. Cek jadwal terbaru di akun Instagram mereka—biasanya diumumkan seminggu sebelumnya.

4. Komunitas Film Manado (KFM) – Nonton Bareng dan Diskusi

Buat yang suka nonton film indie atau klasik, KFM jadi tempat paling pas. Mereka rutin menggelar screening di ruang terbuka, kadang di halaman kampus atau di rooftop kafe di kawasan Bahu. Film yang diputar beragam: dari karya sineas lokal Manado hingga film-film festival Eropa.

Diskusi setelah nonton biasanya seru. Tidak perlu jadi kritikus film untuk ikut—anggota baru sering hanya duduk dan mendengar. Yang penting datang tepat waktu karena tempat duduk terbatas. Kopi gratis biasanya disediakan oleh sponsor dari kedai lokal.

5. Komunitas Tanaman Hias Sulut – Urban Gardening dan Bonsai

Tren tanaman hias tidak hanya di Jakarta. Di Manado, komunitas ini aktif sejak 2021 dan kini punya anggota lebih dari 200 orang. Mereka berkumpul setiap Sabtu pagi di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado. Ada sesi barter tanaman, jual beli bibit, dan workshop perawatan singkat.

Anggota komunitas ini didominasi ibu rumah tangga dan pekerja kantoran. Tanaman yang paling sering dibawa adalah aglonema, monstera, dan berbagai jenis kaktus. Kalau kamu baru mulai, mereka biasanya kasih tips gratis soal media tanam yang cocok untuk iklim lembab Manado.

6. Komunitas Motor Trail Minahasa – Off-road Adventure

Beda dengan komunitas motor sport di jalan raya, kelompok ini lebih suka jalur lumpur dan bebatuan. Basecamp mereka di area Kaki Dian, Minahasa. Setiap bulan, mereka mengadakan "trail day" yang terbuka untuk umum—tidak perlu motor trail gede, motor bebek pun bisa ikut di jalur pemula.

Perhatian: jalur off-road di Sulawesi Utara sering licin setelah hujan. Anggota senior menyarankan pakai ban dual-purpose dan bawa pompa portable. Untuk keamanan, mereka selalu menyiapkan tim rescue di titik-titik rawan.

7. Komunitas Kuliner Manado – Food Hunting dan Cooking Class

Ini bukan sekadar kumpul makan. Komunitas ini rutin mengunjungi warung-warung legendaris di Manado, seperti yang menyajikan cakalang fufu atau tinutuan. Mereka juga kadang mengadakan cooking class bersama koki lokal untuk belajar membuat bubur manado atau ikan woku belanga.

Anggota baru biasanya diajak ke sesi food hunting di Pasar Bersehati Manado pada Minggu pagi. Biaya patungan untuk beli bahan makanan lalu dimasak bareng. Kegiatan ini paling cocok untuk perantau yang ingin mengenal kuliner Sulawesi Utara lebih dalam.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ada biaya pendaftaran untuk bergabung?
Sebagian besar komunitas tidak memungut biaya pendaftaran. Namun, untuk kegiatan tertentu seperti open trip atau cooking class, biasanya ada biaya patungan untuk akomodasi dan bahan. Jumlahnya bervariasi, cek langsung ke pengurus komunitas.

Bagaimana cara menemukan jadwal kegiatan terbaru?
Setiap komunitas biasanya aktif di Instagram dan grup WhatsApp. Cari nama komunitas di kolom pencarian Instagram, lalu minta link grup WA melalui direct message. Beberapa juga mengumumkan jadwal di papan informasi kafe atau kampus di Manado.

Apakah komunitas ini terbuka untuk pemula?
Iya. Hampir semua komunitas di atas memiliki program khusus untuk anggota baru. Misalnya, sesi pengenalan alat, pendampingan saat pertama kali hiking, atau kelas dasar fotografi. Jangan ragu untuk datang sendiri—biasanya mereka ramah dan siap membantu.

Bisakah saya membawa anak atau keluarga?
Beberapa komunitas seperti Komunitas Tanaman Hias dan Komunitas Kuliner ramah keluarga. Untuk komunitas petualangan seperti trail motor atau hiking, biasanya ada batasan usia minimal. Tanyakan dulu ke panitia sebelum membawa anak kecil.

Apakah ada komunitas hobi lain selain tujuh ini?
Tentu. Sulawesi Utara juga punya komunitas cosplay, fotografi drone, dan pecinta musik tradisional. Kamu bisa mencari di forum Facebook atau bertanya langsung di kafe-kafe anak muda di kawasan Megamas dan Bahu.

Bergabung dengan komunitas hobi bukan cuma soal mengisi waktu luang. Di Sulawesi Utara, ini jadi cara paling efektif untuk memahami budaya lokal, mendapat teman baru, dan bahkan membuka peluang kerja. Mulai dari yang paling dekat dengan rumahmu, datang sekali, dan lihat sendiri bagaimana mereka menyambut anggota baru.

Reporter: Vikri Alfandi
Back to top