BOROKO — Rapat evaluasi yang dipimpin langsung Bupati Boltara itu bukan sekadar agenda seremonial. Di hadapan para kepala sekolah, Sirajudin Lasena secara spesifik menyoroti potensi pelanggaran administratif yang kerap menghambat penyaluran dana BOSP. Salah satu kendala teknis yang menjadi perhatian utama adalah penggunaan sistem user Kasda.
Bupati mengungkapkan bahwa kesalahan dalam proses pergantian user Kasda kerap menjadi biang keladi keterlambatan pencairan dana dan proses pertanggungjawaban. “Proses pergantian user Kasda harus dilakukan dengan teliti. Jika salah, pencairan dana bisa tertunda dan proses pertanggungjawaban jadi berlarut-larut,” ujarnya dalam rapat yang juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kepala BKPSDM itu.
Dalam forum tersebut, Bupati tidak hanya memberikan arahan. Ia membuka sesi dialog untuk mendengarkan langsung keluhan para kepala sekolah. Persoalan teknis terkait user Kasda menjadi topik diskusi yang paling panas, mengingat sistem ini menjadi gerbang utama penyaluran dana operasional sekolah.
Dalam arahannya, Sirajudin Lasena menekankan tiga prinsip utama pengelolaan dana BOSP. Pertama, pengelolaan harus tertib secara administratif. Kedua, transparan kepada publik dan pihak terkait. Ketiga, penggunaan dana harus tepat sasaran untuk kepentingan pendidikan.
“Jangan sampai ada penggunaan dana yang tidak sesuai peruntukannya. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan ada tindakan tegas,” tegas Bupati, mengingatkan bahwa laporan pertanggungjawaban harus bisa diaudit kapan saja.
Rapat evaluasi ini juga dihadiri perwakilan dari Inspektorat Daerah, BPKPD, dan Kepala Cabang Bank SulutGo Boroko. Kehadiran inspektorat menandakan bahwa pengawasan terhadap dana BOSP di Boltara tidak main-main. Sementara itu, peran Bank SulutGo sebagai mitra penyalur dana menjadi krusial dalam memastikan proses transfer berjalan lancar tanpa hambatan teknis.
Di akhir rapat, Bupati berharap evaluasi ini menjadi momentum perbaikan. “Pengelolaan dana BOSP di seluruh sekolah harus semakin baik, akuntabel, dan benar-benar memberikan manfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Bolaang Mongondow Utara,” pungkasnya.