Apple Catat Rekor 49% Pangsa Pendapatan Smartphone Global, Harga iPhone Justru Stabil

Penulis: Zainul Arifin  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 06:52:01 WIB
Counterpoint Research mencatat pendapatan Apple naik 22% secara tahunan pada kuartal kedua, dengan pangsa pendapatan global mencapai rekor 49%.

SULAWESI UTARA — Counterpoint Research mencatat pendapatan Apple naik 22% year on year (YoY) pada kuartal tersebut, sekaligus menjadi pertumbuhan tercepat di antara lima merek terbesar. Alhasil, pangsa pendapatan Apple melonjak ke rekor tertinggi untuk periode kuartal kedua, dari sebelumnya 41% menjadi 49%.

Kenaikan ini berbanding terbalik dengan kondisi pasar secara keseluruhan. Total pendapatan smartphone global hanya tumbuh 7% YoY, sementara pengiriman unit (shipment) justru mengalami penurunan di tengah lesunya permintaan.

Harga Rata-rata iPhone Naik, Pangsa Shipment Ikut Meningkat

Harga jual rata-rata (average selling price/ASP) iPhone kini berada di angka USD 946, naik dari USD 879 pada periode yang sama tahun lalu. Meski ASP naik, Apple disebut mampu menahan gejolak kenaikan harga komponen yang melanda para pesaingnya.

Strategi tersebut membuahkan hasil. Pangsa shipment Apple untuk kuartal kedua juga mencetak rekor tertinggi, naik dari 17% menjadi 21%. Namun, posisi ini masih berada di bawah Samsung yang menguasai 23% pangsa pengiriman global.

Xiaomi Paling Terpukul, Samsung dan Lainnya Ikut Tergerus

Di sisi lain, seluruh merek di lima besar mengalami penurunan pangsa shipment. Xiaomi menjadi yang paling terpukul dengan penurunan dari 14% menjadi 11%, seiring unit yang dikirim turun hingga 26% YoY.

Counterpoint menyebut kelangkaan memori global menjadi biang keladinya. Kenaikan biaya komponen memaksa sejumlah produsen menaikkan harga jual produk mereka. Apple, sebaliknya, memilih untuk menyerap biaya produksi tersebut dan menjaga harga iPhone tetap stabil.

Mengapa Apple Kebal dari Krisis Memori?

“Apple’s growth was led by the sustained demand for the iPhone 17 lineup, particularly the base iPhone 17 and iPhone 17 Pro Max, which kept the brand’s mix skewed toward premium,” tulis Counterpoint dalam laporannya, Kamis (31/7/2025).

“Unlike peers that pushed through steep price increases, Apple kept pricing largely stable, reflecting its ability to absorb rising BOM costs and remain insulated from the memory crisis.”

Kondisi ini membuat Apple diuntungkan secara kompetitif. Saat kompetitor Android menaikkan harga, nilai jual iPhone justru terlihat lebih menarik, terutama di pasar China, Eropa, dan negara berkembang yang menjadi penyumbang pertumbuhan utama.

Ancaman Kenaikan Harga di Kuartal Depan

Meski begitu, kondisi ini diperkirakan tidak akan bertahan lama. Counterpoint memprediksi Apple akan mulai menaikkan harga iPhone dalam beberapa kuartal ke depan. Sinyal tersebut juga datang dari manajemen Apple yang memberikan peringatan soal kendala pasokan yang meningkat signifikan pada kuartal September, khususnya untuk iPhone, iPad, dan Mac.

Bagi konsumen Indonesia, kabar ini menjadi pertimbangan. Jika prediksi tersebut akurat, harga iPhone di pasar global berpotensi naik, yang otomatis akan berdampak pada banderol di Tanah Air. Keputusan untuk membeli sekarang atau menunggu peluncuran seri berikutnya bisa menjadi dilema tersendiri.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top