SULAWESI UTARA — Kabar ini menjadi angin segar bagi industri pariwisata Gorontalo. Dari total 20 provinsi yang mengikuti seleksi administrasi dan penilaian awal, hanya 15 yang dinyatakan lolos, dan Gorontalo ada di dalamnya. Penetapan ini bukan sekadar formalitas—ini adalah pengakuan atas kesiapan daerah dalam menyediakan layanan dan fasilitas yang ramah bagi wisatawan muslim.
Keberhasilan ini tidak datang secara instan. Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo telah bekerja keras mengumpulkan dokumen dan data pendukung sebelum proses kurasi. Seluruh berkas itu kemudian diverifikasi oleh Kementerian Pariwisata bersama Enhaii Halal Tourism Center (EHTC) berdasarkan indikator yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, menyebut pencapaian ini sebagai hasil kerja kolektif. "Alhamdulillah, Gorontalo berhasil melewati tahapan awal seleksi dan masuk sebagai salah satu dari 15 provinsi peserta IMTI 2026. Capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam menyiapkan dokumen, data dukung, serta berbagai evidence yang menggambarkan kesiapan Gorontalo sebagai destinasi wisata ramah muslim," ujarnya, Jumat (31/7).
Kini fokus pemerintah provinsi beralih ke tahap yang lebih menantang: validasi data dan evidence. Proses ini akan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah, pelaku industri pariwisata, akademisi, komunitas, hingga pemerintah kabupaten dan kota di Gorontalo. Mereka harus memenuhi seluruh indikator penilaian yang diminta Kementerian Pariwisata.
Sebagai langkah awal, Kementerian Pariwisata mengundang seluruh provinsi yang lolos untuk mengikuti Workshop Pengumpulan Data dan Evidence Kajian Indonesia Muslim Travel Index 2026. Workshop yang digelar secara daring pada Jumat (31/7) ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memastikan kelengkapan data pendukung antar daerah.
Masuknya Gorontalo ke jajaran 15 besar IMTI 2026 bukan hanya soal gengsi. Sultan Kalupe berharap capaian ini menjadi batu loncatan untuk meraih hasil terbaik pada penilaian akhir. Lebih dari itu, prestasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah dan memperkuat citra Gorontalo sebagai destinasi wisata ramah muslim di tingkat nasional.
Bagi traveler muslim yang sedang merencanakan liburan, ini adalah sinyal positif. Gorontalo tidak hanya menawarkan keindahan alam seperti Danau Limboto dan wisata bahari di Taman Laut Olele, tetapi juga sedang serius membangun ekosistem pariwisata yang memperhatikan kebutuhan wisatawan muslim, mulai dari ketersediaan makanan halal hingga fasilitas ibadah yang memadai.
Meski penilaian IMTI 2026 masih berlangsung, traveler tidak perlu menunggu pengumuman resmi untuk berkunjung. Gorontalo dapat diakses melalui Bandara Djalaluddin dengan penerbangan langsung dari Makassar dan Manado. Untuk informasi terkini seputar atraksi wisata, akomodasi ramah muslim, dan paket perjalanan, wisatawan dapat menghubungi Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo.
Waktu terbaik untuk menikmati pesona Gorontalo adalah pada musim kemarau antara April hingga Oktober, ketika kondisi laut tenang dan ideal untuk aktivitas snorkeling atau menyusuri Benteng Otanaha. Dengan persiapan yang matang, kunjungan Anda ke Gorontalo bisa menjadi pengalaman liburan yang nyaman dan berkesan.