KOTAMOBAGU — Rombongan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotamobagu yang baru terpilih melakukan kunjungan resmi ke Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kotamobagu. Kedatangan mereka diterima langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi, Ferdindan Bidjang, didampingi Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Abraham O. Maitimu serta Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Judi Susilo.
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja kepala kantor itu tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Sejumlah hal berkaitan dengan penyampaian informasi pelayanan keimigrasian kepada publik turut menjadi pokok pembahasan.
Ketua PWI Kotamobagu terpilih, Konni Balamba, yang akrab disapa Kokon, menegaskan pentingnya hubungan profesional antara insan pers dan lembaga pemerintah. Menurutnya, pers membutuhkan akses informasi yang terbuka untuk menjalankan fungsi kontrol sosial.
"Pers membutuhkan akses informasi yang terbuka, sementara masyarakat membutuhkan pemberitaan yang mampu menjelaskan layanan maupun persoalan publik secara mudah dipahami," ungkap Kokon dalam pertemuan tersebut.
Ia menambahkan, komunikasi yang terbuka antara pers dan lembaga publik dapat membantu menghadirkan informasi yang lebih akurat dan berimbang. PWI Kotamobagu berkomitmen membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak, termasuk jajaran Kantor Imigrasi Kotamobagu.
Dari sisi kelembagaan, Kantor Imigrasi menilai media memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi layanan keimigrasian. Hal ini mencakup informasi dokumen perjalanan, prosedur pelayanan, hingga kebijakan terbaru yang berlaku.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kotamobagu, Ferdindan Bidjang, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai pertemuan ini menjadi ruang yang baik untuk mempererat komunikasi sekaligus membangun sinergi antara Imigrasi dan insan pers.
Pertemuan ini pun membuka peluang bagi terbangunnya komunikasi yang lebih intens antara PWI Kotamobagu dan Kantor Imigrasi, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan informasi publik. Kerja sama ini diharapkan berlanjut dalam bentuk kolaborasi pemberitaan yang konstruktif ke depannya. (**)