SULAWESI UTARA — Desa Kembang Kuning di lereng Gunung Merapi-Merbabu menjadi saksi rampungnya rangkaian aksi sosial BUMN yang berlangsung sejak 16 Agustus 2026. Mengusung tema "Sebelas Lokasi, Satu Panggilan untuk Negeri," kegiatan ini menempatkan AirNav Indonesia sebagai koordinator utama, didampingi TASPEN dan Jasindo.
Alih-alih sekadar membagikan bantuan, para relawan justru fokus pada pemberdayaan. Warga setempat dibekali pelatihan optimalisasi media sosial untuk promosi produk, manajemen pengelolaan wisata, hingga strategi pemasaran produk lokal. Sektor pertanian juga mendapat perhatian melalui pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pertanian.
Selama program berlangsung, kolaborasi antara relawan dan warga terlihat nyata di lapangan. Kegiatan yang dilakukan mencakup pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG), perbaikan kawasan wisata Taman Sitinggil, penanaman pohon, hingga partisipasi dalam panen raya tembakau yang merupakan komoditas unggulan setempat.
Bupati Boyolali, Agus Irawan, menilai kontribusi jajaran BUMN ini memberi dorongan nyata bagi percepatan pembangunan daerah. Menurutnya, sinergi lintas sektor seperti ini dibutuhkan secara berkelanjutan untuk mengakselerasi kemajuan wilayah.
Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, menegaskan bahwa program ini bukanlah agenda seremonial belaka. Ia menekankan bahwa indikator keberhasilan kegiatan justru terletak pada manfaat yang terus dirasakan masyarakat setelah para relawan meninggalkan desa.
"Pengabdian ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pijakan awal hubungan jangka panjang. Ukuran keberhasilan kami sederhana, yaitu apakah manfaatnya masih terus dirasakan masyarakat setelah kegiatan ini selesai," ujar Avirianto dalam keterangan resminya.
Senada dengan itu, Koordinator TJSL Badan Pengaturan BUMN, Fahrudin, menyampaikan bahwa Relawan Bakti BUMN menjadi bukti nyata peran sosial perusahaan pelat merah. BUMN tidak hanya beroperasi sebagai entitas bisnis, tetapi juga memikul tanggung jawab untuk memajukan kesejahteraan masyarakat desa.
Rangkaian kegiatan di Boyolali ini secara simbolis ditutup dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia bersama warga setempat. Momen tersebut sekaligus mempertegas komitmen jangka panjang BUMN dalam mendukung kemandirian desa, sejalan dengan arahan pemerintah untuk memperkuat pembangunan dari pinggiran.
Bagi warga Kembang Kuning, program ini diharapkan meninggalkan jejak yang lebih dari sekadar kenangan. Dengan modal pelatihan dan perbaikan infrastruktur wisata yang telah dilakukan, desa yang dikenal dengan potensi agrowisatanya ini kini memiliki bekal untuk mengembangkan ekonomi lokal secara mandiri.