Basarnas Sulut Minta Pengelola Wisata Awasi Pengunjung Usai 4 Remaja Terseret Ombak di Minahasa, 3 Tewas

Penulis: Zainul Arifin  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 13:06:31 WIB
Basarnas Sulut mengimbau pengelola wisata meningkatkan pengawasan pengunjung pascainsiden empat remaja terseret ombak di Pantai Tuturuga, Minahasa.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Sulawesi Utara mendorong pengelola wisata perairan meningkatkan pengawasan terhadap pengunjung menyusul insiden empat remaja terseret ombak di Pantai Tuturuga, Kabupaten Minahasa. Tiga dari empat korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sementara satu orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

MANADO — Kepala Basarnas Sulawesi Utara George Mercy Randang menegaskan bahwa kecepatan pertolongan pertama menjadi faktor penentu dalam menyelamatkan nyawa korban kecelakaan di perairan. Ia meminta para pelaku usaha di bidang pariwisata untuk membekali petugasnya dengan keterampilan Search and Rescue (SAR) dasar, khususnya bantuan hidup dasar (BHD).

"Kecepatan dalam memberikan pertolongan pertama sangat penting untuk menyelamatkan nyawa. Karena itu, kami mendorong seluruh pengelola wisata untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kompetensi petugas dalam menghadapi kondisi darurat," ujar George di Manado, Minggu (23/8).

Kronologi Terseretnya Empat Remaja di Pantai Tuturuga

Insiden nahas itu terjadi pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 17.30 Wita. Empat remaja terseret ombak saat sedang berenang di perairan Pantai Tuturuga. Mereka adalah Kenzy Lengkong (17), Candra Pitoy (17), Grazelli Kindangen (18), dan Miki Somba (16), yang seluruhnya merupakan warga Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon.

Dari keempat korban, tiga orang dipastikan meninggal dunia. Candra Pitoy dan Grazelli Kindangen sempat ditemukan dan dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Sementara itu, Kenzy Lengkong ditemukan dalam kondisi meninggal dunia keesokan harinya. Satu korban selamat, Miki Somba, masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Pencarian Korban Terakhir Melibatkan Drone Thermal

Proses pencarian terhadap Kenzy Lengkong yang sempat hilang dilakukan sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi. Basarnas mengerahkan berbagai peralatan berat untuk mempercepat evakuasi, termasuk rescue truck, rubber boat, peralatan selam, aqua eye, hingga drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban dari udara.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja sama dan memberikan dukungan dalam proses pencarian dan evakuasi. Semoga kerja sama dan sinergitas ini terus terjaga dalam memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan kepada masyarakat," kata George Mercy Randang.

Imbauan Keselamatan bagi Masyarakat yang Beraktivitas di Pantai

Menyikapi kejadian ini, Basarnas mengimbau masyarakat yang hendak beraktivitas di wilayah pantai untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang. Pengunjung diminta mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri berenang saat kondisi perairan sedang tidak bersahabat.

Selain pengawasan dari pengelola, kesadaran individu terhadap risiko bahaya di pantai dinilai menjadi kunci pencegahan. Basarnas berharap insiden serupa tidak terulang kembali di destinasi wisata lain di Sulawesi Utara yang memiliki garis pantai panjang dan ombak tinggi.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: manado.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top