SULAWESI UTARA — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melaporkan capaian program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) telah mencapai 48 persen. Angka ini dihitung dari total sasaran sebanyak 113.990 anak yang tersebar di berbagai jenjang sekolah di wilayah Kota Tangerang, seperti dikutip dari Koran Jakarta, Selasa (25/8/2026).
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyampaikan bahwa program yang berjalan sejak awal bulan lalu ini justru melampaui target sementara yang ditetapkan. Pihaknya memastikan imunisasi akan terus digencarkan secara bertahap ke seluruh sekolah dalam beberapa bulan ke depan.
Program BIAS bukan sekadar rutinitas tahunan. Wali Kota Sachrudin menegaskan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat daya tahan tubuh anak-anak sejak dini. Imunisasi ini menyasar perlindungan dari beberapa penyakit serius, mulai dari campak, difteri, tetanus, hingga kanker serviks pada anak perempuan.
Dengan kekebalan tubuh yang terbentuk, anak-anak diharapkan tidak mudah sakit dan tumbuh kembangnya berjalan optimal.
Momen ini juga dimanfaatkan untuk layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Petugas puskesmas datang langsung ke sekolah-sekolah secara berkala, sehingga para ibu tidak perlu repot mengantre di fasilitas kesehatan.
Fahrudin, guru Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SDN Cipondoh 1, mengaku antusiasme anak-anak sangat luar biasa. Meski ada beberapa yang menangis, semua siswa akhirnya berhasil diimunisasi dan diperiksa kesehatannya. Pihak sekolah mendukung penuh karena program ini penting untuk kebutuhan kesehatan dan masa depan anak.
Kehadiran program ini menjadi angin segar, terutama bagi wali murid. Ketua Komite SDN Cipondoh 1, Sinta Agustina, mengungkapkan banyak orang tua yang memiliki keterbatasan pengetahuan jika harus mengimunisasi anaknya secara mandiri.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya kegiatan imunisasi karena dengan begitu sangat membantu para wali murid untuk menjamin kondisi kesehatan anak-anak ke depannya,” ujar Sinta. Kerja sama antara sekolah, fasilitas kesehatan, dan orang tua ini dinilai menjadi kunci keberhasilan perlindungan anak.
Agar anak tidak rewel saat diimunisasi, ada beberapa hal yang bisa ibu lakukan. Pastikan anak sarapan terlebih dahulu dan cukup istirahat sebelum berangkat sekolah. Ceritakan dengan bahasa positif tentang apa yang akan terjadi, misalnya "tusukan kecil seperti digigit semut". Jangan lupa bawa buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) atau kartu imunisasi agar petugas bisa mencatat riwayat vaksin dengan lengkap.
Dengan capaian yang terus meningkat, diharapkan seluruh anak di Kota Tangerang mendapatkan perlindungan kesehatan yang merata. Program ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap kesehatan anak adalah investasi bersama untuk generasi yang lebih kuat.