Harga Emas Dunia Berpotensi Terkoreksi ke 4.517, Analis Sebut Level 4.617-4.643 Jadi Kunci

Penulis: Yoga Permadi  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:31:01 WIB
Harga emas dunia berpotensi melemah menuju support 4.540 dan 4.517 jika gagal menembus resistance kunci.

MANADO — Pergerakan harga emas dunia pada pekan depan masih dibayangi potensi pelemahan, menyusul gagalnya laju kenaikan menembus zona resistance penting. Dupoin Futures mengidentifikasi area 4.617–4.643 sebagai level krusial yang harus ditembus untuk mengubah struktur bearish yang sedang berlangsung.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menjelaskan bahwa upaya buyer mendorong harga mendekati zona tersebut belum menghasilkan breakout yang meyakinkan. Kondisi ini menunjukkan seller masih memegang kendali untuk mempertahankan resistance dan membatasi ruang apresiasi emas.

Support 4.540 dan 4.517 Menjadi Target Pelemahan Berikutnya

Jika tekanan jual kembali meningkat, proyeksi pelemahan emas akan menguji support pertama di kisaran 4.540. Level ini dinilai krusial karena menjadi titik pertemuan antara tekanan jual dan potensi minat beli baru.

Apabila level 4.540 berhasil dipertahankan buyer, terdapat peluang terjadinya rebound teknikal. Namun, jika tembus dengan momentum bearish yang kuat, pelemahan diperkirakan berlanjut menuju support berikutnya di angka 4.517.

Sinyal Pembalikan Arah: Breakout di Atas 4.643

Meski skenario utama masih bearish, Dupoin Futures tidak menutup kemungkinan terjadinya perubahan arah. Sinyal yang perlu dicermati adalah keberhasilan harga menembus resistance 4.643 dan bertahan di atas level tersebut.

Breakout yang valid dapat mengindikasikan seller mulai kehilangan kendali dan buyer kembali mendapatkan momentum, sehingga berpeluang mengubah struktur pasar dari bearish menuju bullish.

Pidato Kevin Warsh di Jackson Hole Jadi Katalis Pergerakan

Selain faktor teknikal, perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat menjadi katalis penting bagi pergerakan emas pekan depan. Dupoin Futures menyoroti perhatian pasar terhadap pidato Kevin Warsh dalam agenda Jackson Hole.

Pelaku pasar akan mencermati setiap pernyataan yang memberikan petunjuk arah kebijakan Federal Reserve (The Fed), terutama di tengah inflasi AS yang masih menjadi perhatian utama. Perubahan ekspektasi suku bunga dapat berdampak langsung pada dolar AS dan Treasury Yield, yang selanjutnya memengaruhi pergerakan XAUUSD.

Bagaimana Sikap The Fed Mempengaruhi Emas?

Apabila The Fed menunjukkan sikap hawkish dan memberi sinyal mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, dolar AS dan yield Treasury berpotensi menguat. Situasi ini menjadi sentimen negatif bagi emas karena kenaikan yield meningkatkan daya tarik aset berbunga dibandingkan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Sebaliknya, pernyataan dovish dari pejabat The Fed dapat memberi ruang bagi emas untuk kembali menguat. Jika pasar yakin terhadap pelonggaran kebijakan moneter, tekanan pada dolar AS dan yield dapat berkurang, sehingga emas kembali diminati investor.

Ketegangan AS-Iran dan Selat Hormuz Menambah Volatilitas

Faktor geopolitik juga menjadi perhatian dalam melihat prospek emas pekan depan. Kebijakan sanksi Amerika Serikat terhadap Iran serta perkembangan situasi di Selat Hormuz berpotensi meningkatkan volatilitas pasar.

Ketegangan geopolitik yang meningkat biasanya mendorong investor mencari aset safe haven, termasuk emas. Namun, jika ketegangan mereda dan situasi stabil, permintaan safe haven berpotensi berkurang, membuat pergerakan emas lebih banyak dipengaruhi oleh dolar AS, Treasury Yield, serta ekspektasi kebijakan The Fed.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: sulutnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top