KOTAMOBAGU — PT Tirta Bukaka selaku pengelola air minum di Bolaang Mongondow buka suara terkait rusaknya jaringan pipa distribusi yang tertimpa proyek drainase. Direktur perusahaan, Andri Panca Setiono, menyatakan bahwa kerusakan yang dipicu aktivitas penggalian di Jalan Kartini itu merupakan tanggung jawab penuh kontraktor pelaksana, CV Artha Prima.
Pernyataan tegas ini disampaikan menyusul laporan warga yang mengalami gangguan aliran air bersih dalam beberapa hari terakhir. Andri menilai, insiden ini tidak bisa dibiarkan karena menyangkut pelayanan publik yang vital.
“Kerusakan akibat pekerjaan proyek menjadi tanggung jawab pihak pelaksana,” ujar Andri Panca Setiono di Kotamobagu, baru-baru ini.
Ia menjelaskan, jaringan pipa distribusi merupakan infrastruktur penting yang menopang kebutuhan dasar masyarakat. Jika terjadi kerusakan akibat aktivitas proyek, penanganan harus dilakukan segera agar pasokan air ke rumah pelanggan tidak terhenti terlalu lama.
Andri menekankan bahwa perbaikan dan penggantian pipa yang rusak membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kondisi ini menjadi alasan utama pihaknya mendesak kontraktor untuk mengambil alih tanggung jawab secara penuh.
“Biaya perbaikan dan penggantian jaringan pipa sangat mahal. Karena itu, kami menegaskan bahwa kerusakan tersebut menjadi tanggung jawab pihak kontraktor,” tegasnya.
Ia berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara cepat bersama pelaksana proyek. Dengan begitu, fungsi distribusi air bisa normal kembali dan masyarakat tidak mengalami gangguan lebih lanjut.
Andri menambahkan, koordinasi antara PDAM dan kontraktor menjadi kunci utama, terutama ketika ada pekerjaan yang berpotensi menyentuh utilitas di bawah badan jalan.
“Koordinasi antara pihak PDAM dan pelaksana proyek sangat penting, terutama dalam setiap pekerjaan yang berpotensi mengenai jaringan utilitas yang berada di bawah badan jalan,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kotamobagu, Claudy N. Mokodongan, mengonfirmasi telah menerima laporan kerusakan tersebut. Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan pelaksana proyek agar perbaikan dilakukan secepatnya.
“Sudah kami sampaikan ke pihak pelaksana agar secepatnya diperbaiki,” kata Claudy.
Langkah ini dinilai penting mengingat dampak kerusakan langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih setiap hari.