KEPULAUAN SANGIHE — Pembukaan Destinasi Wisata Kolam Taman Sela di Desa Utaurano tidak hanya menghadirkan tempat rekreasi baru, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Pengelolaan tempat wisata yang diresmikan pada 19 Agustus 2026 itu melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelompok Sadar Wisata bersama warga setempat.
“Kami juga merekrut masyarakat yang ada di sekitar lokasi Taman Sela ini untuk menjadi pekerja. Mereka yang bertanggung jawab di dalam pengelolaan, baik mengawasi para wisatawan maupun menjaga setiap kebersihan,” ujar Sekretaris Desa Utaurano, Febrianto Teofilos, saat berbincang dengan PRO 3 RRI pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Taman Sela menyuguhkan pengalaman berbeda dari kolam renang modern. Lokasinya yang berada persis di samping aliran sungai alami memberi pengunjung dua opsi rekreasi air: berenang langsung di sungai atau memanfaatkan kolam pemandian yang tersedia.
Nama Taman Sela sendiri berarti “tempat mandi di sebelah” dalam bahasa lokal. Penamaan itu menggambarkan perpaduan langsung antara kolam pemandian dengan aliran sungai yang mengalir di sampingnya.
Kehadiran Taman Sela turut mendorong geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Utaurano. Pelaku usaha setempat menyuguhkan hasil karya mereka, mulai dari makanan hingga minuman khas desa.
“Masyarakat desa Utaurano menyuguhkan hasil-hasil karya mereka, seperti makanan dan minuman lokal yang asalnya dari desa Utaurano,” kata Febrianto.
Beberapa produk yang tersedia antara lain kopi khas Utaurano yang dikenal dengan nama Kopa Jase, pisang goreng, tinutuan, serta aneka kue lokal. Wisatawan bisa menikmati hidangan tersebut setelah berenang atau bersantai di area gazebo yang disediakan.
Sejak dibuka, jumlah wisatawan yang datang ke Taman Sela terus meningkat, terutama saat akhir pekan. Pengunjung yang datang masih didominasi wisatawan lokal dari desa-desa sekitar dan beberapa kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Petugas yang direkrut dari warga setempat bertugas menjaga kebersihan, mengawasi aktivitas wisatawan, dan memastikan keamanan di area wisata. Dengan begitu, keberadaan destinasi ini diharapkan memberi dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Utaurano.