Angin Kencang Diprediksi Landa Sulut Hingga 6 September, BMKG Sebut Kepulauan Sangihe dan Talaud Paling Rawan

Penulis: Vikri Alfandi  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 18:07:31 WIB
Angin kencang diprediksi melanda Sulawesi Utara hingga 6 September, dengan Kepulauan Sangihe dan Talaud sebagai wilayah paling rawan.

BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado mengeluarkan peringatan potensi angin kencang yang bakal melanda 10 kabupaten dan kota di Sulawesi Utara hingga Minggu (6/9). Wilayah kepulauan seperti Sangihe, Talaud, dan Sitaro menjadi daerah dengan durasi terdampak paling lama dibandingkan wilayah daratan Minahasa Raya.

MANADO — Potensi angin kencang diprediksi berlangsung selama enam hari berturut-turut di sebagian besar wilayah Sulawesi Utara. Fenomena ini dipicu aktifnya Monsun Australia yang bertepatan dengan El Nino berkekuatan sangat kuat, sehingga pertumbuhan awan di wilayah tersebut terhambat.

Koordinator Bidang Operasional BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Karina Husna, mengungkapkan area tekanan udara rendah di sekitar Laut Filipina turut mempercepat laju angin. Kondisi ini membuat kecepatan angin meningkat signifikan di seluruh Sulut.

Pemicu: Kombinasi Monsun Australia, El Nino, dan Tekanan Rendah di Laut Filipina

Karina menjelaskan kombinasi tiga faktor meteorologis ini menjadi penyebab utama. Monsun Australia yang aktif membawa massa udara kering, sementara El Nino memperkuat anomalinya, dan pusat tekanan rendah di utara menarik aliran angin lebih cepat.

"Waspadai potensi angin kencang hingga 6 September 2026," kata Karina di Manado, Senin.

Daftar Wilayah Terdampak: Sangihe, Talaud, dan Sitaro Terlama

BMKG merinci potensi angin kencang bervariasi setiap harinya. Wilayah Kepulauan Sitaro, Sangihe, dan Talaud tercatat paling konsisten berpotensi mengalami angin kencang hingga hari terakhir periode peringatan.

  • Senin (1/9) dan Selasa (2/9): Manado, Bitung, Tomohon, Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Minahasa Utara, Sitaro, Sangihe, dan Talaud.
  • Rabu (3/9): Manado, Bitung, Tomohon, Minahasa, Minahasa Tenggara, Minahasa Utara, Sitaro, Sangihe, dan Talaud.
  • Kamis (4/9): Bitung, Minahasa Utara, Sitaro, Sangihe, dan Talaud.
  • Jumat (5/9) dan Sabtu (6/9): Bitung, Minahasa Utara, Sitaro, Sangihe, dan Talaud.
  • Minggu (7/9): Hanya Sitaro, Sangihe, dan Talaud.

Apa yang Perlu Diwaspadai Warga?

Masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan diminta mewaspadai dampak angin kencang seperti pohon tumbang, gelombang laut tinggi, dan kerusakan atap rumah. Nelayan tradisional yang biasa melaut dengan perahu kecil disarankan menunda aktivitas hingga kondisi angin mereda.

BMKG mengimbau warga untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi dan memperbarui data secara berkala, mengingat dinamika atmosfer dapat berubah cepat.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: manado.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top