SULAWESI UTARA — Kompetisi ini bukan sekadar turnamen biasa. Peserta yang tampil di level Polresta merupakan tim-tim yang sudah melewati seleksi ketat di tingkat Polsek, sehingga kualitas permainan dan tensi persaingan di babak final dipastikan jauh lebih tinggi. Ajang ini dirancang sebagai ruang aktualisasi bagi pemain berbakat dari pelosok Kabupaten Cilacap untuk unjuk kemampuan di panggung yang lebih besar.
Setiap tim yang berlaga di Fourtrees Coffee adalah jawara dari wilayah masing-masing. Dengan format kompetisi berjenjang ini, para pemain yang tampil bukanlah peserta dadakan, melainkan petarung yang sudah terbukti mampu menaklukkan persaingan di level bawah.
Sepanjang pertandingan, terlihat jelas bagaimana setiap tim berupaya menerapkan strategi terbaik dan menjaga komunikasi intensif antarpemain. Meski persaingan berjalan sengit, semangat bertanding yang sehat tetap terjaga—para pemain saling menghargai lawan di dalam arena.
Kapolresta Cilacap, Kombes Pol. Yovan Fatika Handhiska Aprilaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kepolisian melihat tren positif di kalangan anak muda. Menurutnya, esport menyimpan nilai-nilai yang sejalan dengan pembentukan karakter.
"Esport bukan hanya permainan, tetapi membutuhkan strategi, konsentrasi, komunikasi, dan kerja sama tim. Kami ingin kegiatan ini menjadi wadah bagi pecinta esport untuk mengembangkan bakat dan kemampuan. Menang dan kalah adalah bagian dari kompetisi, yang terpenting tetap menjunjung sportivitas dan mendapatkan pengalaman positif," ujar Kombes Pol. Yovan.
Lewat ajang ini, Polresta Cilacap mencoba membangun kedekatan dengan generasi muda lewat aktivitas yang relevan dengan perkembangan zaman. Esport dipakai sebagai ruang interaksi untuk mendorong anak muda lebih disiplin dan bertanggung jawab.
Hadirnya turnamen resmi yang digawangi institusi kepolisian menjadi sinyal positif bagi perkembangan ekosistem esport di daerah. Kompetisi seperti ini membuka peluang bagi pemain non-profesional untuk merasakan atmosfer turnamen terstruktur—sesuatu yang biasanya hanya dinikmati tim-tim besar di kota metropolitan.
Turnamen ini juga membuktikan bahwa prestasi bisa lahir dari mana saja, termasuk dari arena digital. Sebab, keberadaan Polri di sini tidak terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir sebagai pendukung aktivitas positif warga.
Bagi para pemain Free Fire di Cilacap yang belum sempat ambil bagian, ajang ini layak dijadikan target latihan. Mengingat formatnya yang berjenjang dari Polsek, persiapan matang dan kekompakan tim menjadi kunci utama untuk bisa menembus babak level Polresta di tahun berikutnya.
Semangat berprestasi yang ditunjukkan para finalis kali ini diharapkan terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak talenta muda di daerah untuk menekuni esport sebagai jalur karier yang serius.