Dyson CameraJet Dites Sepekan: Sikat Gigi Rp 9,4 Juta dengan Kamera Endoskop dan Flossing Cair

Penulis: Zainul Arifin  •  Selasa, 01 September 2026 | 16:49:01 WIB
Dyson CameraJet, sikat gigi elektrik nirkabel dengan kamera endoskop dan teknologi semprotan jet, dipamerkan di Sulawesi Utara.

SULAWESI UTARA — Dyson resmi masuk kategori oral care lewat CameraJet, sikat gigi elektrik nirkabel yang menggabungkan kamera endoskop, semprotan jet, dan sensor pintar dalam satu perangkat. Harganya £419,99 (sekitar Rp 9,4 juta) untuk satu paket lengkap, menjadikannya salah satu sikat gigi termahal di pasaran. Setelah dipakai setiap hari selama seminggu sebelum peluncuran, kesannya jelas: teknologi ini bekerja, tapi butuh adaptasi.

Kamera Endoskop 100 Ribu Piksel di Dalam Sikat Gigi

CameraJet adalah satu-satunya sikat gigi di pasaran yang memiliki kamera makro 100 ribu piksel terpasang di bawah kepala sikat. Kamera ini berfungsi ganda sebagai endoskop gigi yang menampilkan siaran langsung kondisi mulut ke aplikasi MyDyson di smartphone.

Koneksi menggunakan Wi-Fi 2.4GHz dan Bluetooth. Dyson memastikan tidak ada gambar yang direkam atau disimpan di perangkat maupun cloud sehingga privasi pengguna tetap terjaga. Selama pengujian, kualitas gambar yang ditampilkan jernih tanpa lag, cukup untuk melihat area mana yang sudah dibersihkan dan mana yang terlewat.

Chip AI bernama Gap Optical Targeting memindai 28 gambar per detik untuk mengidentifikasi celah antar gigi. Hasilnya, semprotan jet diarahkan secara presisi ke titik yang tepat, bukan sekadar menyemprot mulut secara acak.

Teknologi Flossing Cair yang Butuh Adaptasi

Berbeda dari water flosser biasa, CameraJet menggunakan semprotan berbentuk kerucut yang diklaim mampu menjangkau area lebih luas. Mesin sonic bergetar 245 kali per detik dengan teknologi variable sonic oscillation agar kepala sikat tidak berhenti di gigi yang rapat.

Pengalaman pemakaiannya cukup unik. Semprotan yang mengenai gigi terasa menggelitik dan butuh beberapa kali percobaan untuk menemukan teknik yang pas. Awalnya, semprotan sempat menyembur ke dahi saat perangkat dinyalakan sebelum masuk mulut.

Kebiasaan baru perlu dibentuk: saat mode auto-jet flossing aktif, mulut harus benar-benar tertutup rapat atau kaca cermin kamar mandi akan terkena percikan. Level kebisingan berada di angka 61,3 dBa pada setelan tertinggi, masih tergolong wajar untuk perangkat sejenis.

Tangki mouthrinse anti-gravitasi terintegrasi di bodi, membuat sikat ini lebih besar dari sikat gigi elektrik standar. Namun bobotnya masih nyaman digenggam dan bisa diarahkan ke berbagai sudut mulut tanpa khawatir cairan tumpah. Sistem pompa diafragma menjaga tekanan tetap stabil sehingga semprotan tidak putus di tengah pemakaian.

Performa Nyata Setelah Seminggu Pemakaian

Tiga mode intensitas tersedia, dan mode deep clean paling terasa efektif. Untuk hasil optimal, Dyson menyarankan penggunaan dua kali sehari selama tiga menit dalam mode brush and floss bersamaan. Sikat bergerak perlahan agar kamera bisa mendeteksi celah gigi dan mengarahkan semprotan jet dengan akurat.

Aplikasi MyDyson yang baru aktif sehari sebelum peluncuran menyediakan sesi pembersihan terpandu. Fitur ini menunjukkan bagian gigi mana yang sedang dibersihkan secara real-time dan memberi instruksi seperti "buka bibir lebih lebar". Tampilan langsung kondisi mulut memang terasa seperti sedang berada di kursi dokter gigi, tapi justru membantu memperbaiki teknik menyikat.

Setelah seminggu, mulut terasa lebih segar dan bersih dibanding sikat gigi konvensional. Namun jet flossing belum sepenuhnya menggantikan dental tape. Untuk area sela gigi depan yang rapat, masih ada rasa kurang yakin bahwa semprotan menjangkau semua titik.

Biaya Pakai yang Perlu Dipertimbangkan

Satu paket CameraJet sudah termasuk charging dock, travel case, dua kepala sikat, pasta gigi 75ml, dan mouthrinse 400ml. Pasta gigi dan mouthrinse diformulasikan khusus dengan busa minimal agar kamera bisa melihat dengan jelas saat menyikat.

Mouthrinse 400ml dispenser takaran 12,5ml per pemakaian, cukup untuk sekitar 32 kali atau 16 hari jika digunakan dua kali sehari. Isi ulang mouthrinse dan pasta gigi masing-masing dijual £8,49 (sekitar Rp 190 ribu), sementara dua kepala sikat baru dibanderol £25 (sekitar Rp 565 ribu). Kepala sikat wajib diganti setiap tiga bulan dan dilengkapi RFID yang akan memberi notifikasi di aplikasi saat waktunya tiba.

Setiap pengisian penuh membutuhkan waktu delapan jam via USB-C dan bertahan hingga delapan jam pemakaian, tergantung mode yang dipilih.

Kesimpulan: Apakah Dyson CameraJet Layak Dibeli?

CameraJet adalah produk yang cerdas dan informatif bagi mereka yang serius menjaga kesehatan gigi. Kombinasi kamera endoskop, jet flossing, dan aplikasi terpandu memberikannya skor fitur sempurna, sementara desain dan performa mendapat nilai 4 dari 5.

Dengan harga Rp 9,4 juta plus biaya rutin untuk pasta gigi, mouthrinse, dan kepala sikat setiap tiga bulan, produk ini jelas bukan untuk semua orang. Tapi bagi pengguna yang sudah berinvestasi di ekosistem Dyson seperti Supersonic atau punya riwayat masalah gigi dan ingin memantau kondisi mulut lebih dekat, CameraJet menawarkan sesuatu yang belum ada di kompetitor seperti Oral-B atau Philips.

Opsi alternatif yang lebih terjangkau tetap tersedia, seperti Oral-B iO Series 10 atau Suri Core 1.0 yang juga menawarkan sensor tekanan dan umur baterai panjang. Namun tidak ada satupun yang memiliki kamera endoskop terintegrasi seperti CameraJet. Jika kebersihan gigi adalah prioritas utama dan budget bukan hambatan, produk ini layak masuk pertimbangan.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: techradar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top