ChatGPT, Claude, dan Grok Sempat Down Serentak, Diduga Gangguan Microsoft Azure

Penulis: Wisnu Wardana  •  Jumat, 04 September 2026 | 10:04:01 WIB
ChatGPT, Claude, dan Grok dilaporkan mengalami gangguan serentak pada Jumat pagi, diduga terkait layanan Microsoft Azure.

SULAWESI UTARA — Insiden ini terpantau melalui lonjakan laporan di DownDetector serta konfirmasi pada dasbor status masing-masing layanan. Alat bantu coding AI, Cursor, juga ikut terdampak karena bergantung pada Grok dan Claude. Sementara itu, Google Gemini tidak mengalami gangguan pada periode yang sama.

Bagaimana Status Pemulihan Tiga Platform AI?

OpenAI menyatakan perbaikan telah diterapkan dan sistem tengah dalam proses pemulihan. Claude dari Anthropic mengonfirmasi sebagian besar modelnya sudah kembali normal, dengan pengecualian Opus 4.8 dan Opus 5 yang masih bermasalah. Grok milik X hingga kini masih menampilkan notifikasi gangguan di platform mereka.

Penurunan laporan dari pengguna pada Jumat pagi menjadi indikator awal bahwa layanan mulai stabil. Namun Anthropic belum memberi estimasi waktu pemulihan penuh untuk model Opus yang masih terganggu.

Mengapa Ketiganya Tumbang Bersamaan?

Kesamaan infrastruktur menjadi penjelasan paling masuk akal. ChatGPT, Claude, dan Grok sama-sama mengandalkan layanan komputasi awan Microsoft Azure sebagai penyedia utama, meski ketiganya juga memanfaatkan penyedia cloud lain termasuk Google. Lonjakan laporan gangguan Azure yang terjadi di waktu hampir bersamaan memperkuat dugaan ini.

Teori Alternatif: Serangan Negara?

Charles Hoskinson, pendiri platform blockchain Cardano, melontarkan teori berbeda. Lewat akun media sosialnya, ia menyebut insiden ini kemungkinan besar merupakan serangan yang dilakukan oleh sebuah negara, bukan ulah hacker atau gangguan teknis biasa.

"Kelihatannya ada negara yang menjatuhkan Claude, ChatGPT, dan Grok," kata Hoskinson, dikutip dari Beincrypto. Ia menegaskan pelakunya adalah pemerintah, bukan peretas ataupun kegagalan teknis.

Jawaban Mengapa Gemini Selamat

Hoskinson juga menyoroti alasan Google Gemini luput dari gangguan. Menurutnya, Gemini menggunakan Tensor Processing Units (TPUs) buatan Google sendiri, berbeda dengan kompetitornya yang bergantung pada chip Nvidia.

"Mereka semua menggunakan chip Nvidia, Google tidak," ujar Hoskinson menanggapi pertanyaan pengguna di media sosial. Pernyataan ini menyoroti risiko konsentrasi infrastruktur yang kini dihadapi industri AI, di mana mayoritas pemain besar bergantung pada kombinasi chip Nvidia dan cloud Azure.

Insiden ini menjadi pengingat bagi pengguna dan pelaku bisnis di Indonesia yang semakin mengandalkan layanan AI untuk operasional harian. Ketergantungan pada ekosistem infrastruktur yang sama menciptakan single point of failure — ketika satu komponen terganggu, dampaknya terasa lintas platform. Bagi perusahaan yang menggantungkan alur kerja pada ChatGPT, Claude, atau Grok, mempertimbangkan strategi redundansi antar layanan menjadi langkah mitigasi yang masuk akal ke depan.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top