SULAWESI UTARA — Hingga berita ini ditulis, WhatsApp, Google, maupun produsen perangkat Android belum memberikan konfirmasi resmi soal keberadaan bug tersebut. Temuan ini masih dalam tahap validasi dan belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pihak terkait.
Penting untuk dicatat, celah ini tidak bisa dieksploitasi dari jarak jauh. Pelaku hanya bisa memanfaatkan bug ketika memiliki akses fisik terhadap smartphone korban, misalnya saat ponsel tertinggal di meja atau sedang dipinjamkan.
Skenario serangan menjadi lebih berisiko ketika perangkat berada di tangan orang lain dalam kondisi layar terkunci. Pelaku disebut dapat memanfaatkan fitur panggilan video WhatsApp untuk mencoba mengakses galeri tanpa perlu mengetahui kode keamanan atau pola kunci perangkat.
Hasil pengujian menunjukkan kerentanan ini tidak muncul di semua perangkat Android. Hanya model ponsel tertentu yang diduga memiliki celah dan dapat dieksploitasi melalui rangkaian fitur yang tersedia di aplikasi WhatsApp.
Jose Rodriguez belum merilis daftar lengkap perangkat yang rentan terhadap serangan ini. Para pengguna diminta tetap waspada dan tidak memberikan akses fisik perangkat kepada orang yang tidak dikenal atau tidak dipercaya.
Sambil menunggu klarifikasi resmi dari WhatsApp dan Google, pengguna Android dapat mengambil langkah antisipasi sederhana untuk mengurangi risiko kebocoran data dari celah ini:
Temuan ini kembali mengingatkan soal pentingnya perlindungan data pribadi di perangkat mobile. Galeri foto sering kali menyimpan dokumen sensitif seperti foto KTP, data keuangan, hingga percakapan pribadi yang tidak ingin dilihat orang lain.
Di Indonesia, risiko ini semakin relevan mengingat tingginya penggunaan WhatsApp sebagai kanal komunikasi utama, baik untuk kebutuhan personal maupun transaksi bisnis. Pelaku usaha yang menyimpan bukti transfer atau dokumen pelanggan di galeri perlu lebih berhati-hati dalam menjaga akses fisik ke perangkat mereka.
Kabar baiknya, eksploitasi bug ini tidak dapat dilakukan secara massal atau otomatis dari jarak jauh. Selama ponsel tidak berada di tangan orang lain, potensi penyalahgunaan celah ini relatif kecil.