Lautaro Martinez menegaskan Inter Milan berambisi menjuarai Liga Champions pada musim ini. Namun, kapten Nerazzurri itu menyebut trofi bergengsi Eropa tersebut bukanlah sebuah obsesi bagi timnya.
JAKARTA — Lautaro Martinez menyatakan ambisi Inter Milan untuk menjuarai Liga Champions musim ini tetap menyala. Meski begitu, penyerang asal Argentina itu menekankan target tersebut tidak lantas menjadi beban berlebih bagi skuad asuhan Simone Inzaghi.
"Ini hanyalah target. Kami semua berambisi, tetapi ini bukan sebuah obsesi," kata Martinez dalam laman resmi Inter, Selasa.
Pernyataan itu muncul jelang laga perdana Inter di fase liga. Nerazzurri dijadwalkan bertandang ke markas Real Madrid, Santiago Bernabeu, pada Rabu (8/9).
Inter mendedikasikan diri untuk memperbaiki catatan pahit dua musim terakhir. Pada 2023 dan 2025, mereka sukses menembus partai puncak, namun kandas masing-masing di tangan Manchester City dan Paris Saint-Germain.
Kekalahan 0-5 dari PSG pada final 2025 menjadi noda terbesar. Itu merupakan kekalahan dengan margin gol terlebar dalam sejarah partai final Liga Champions.
Musim lalu, langkah Inter justru terhenti lebih awal. Mereka secara mengejutkan tersingkir oleh Bodo/Glimt pada babak play-off fase gugur.
Menghadapi Real Madrid bukan tugas ringan bagi Inter. Dalam tiga pertemuan terakhir, Nerazzurri selalu kalah dan gagal mencetak gol ke gawang Los Blancos.
Catatan itu mengingatkan pada rentetan buruk melawan Barcelona. Blaugrana menjadi satu-satunya lawan yang mampu membuat Inter tanpa gol dalam empat laga Eropa beruntun pada periode 2003-2009.
Tren permainan Inter di kompetisi ini juga mengkhawatirkan. Mereka menelan lima kekalahan dari enam pertandingan terakhir. Jumlah tersebut setara dengan total kekalahan yang mereka rasakan dalam 39 laga sebelumnya, yang mana Inter menang 25 kali dan sembilan kali imbang.
Inter terakhir kali mengangkat trofi si Kuping Besar pada 2010. Saat itu, Cristian Chivu masih menjadi pemain di bawah arahan Jose Mourinho. Kini keduanya justru berada di kubu berbeda, dengan Chivu menukangi Inter dan Mourinho membesut Real Madrid.