Siaga Erupsi Anak Krakatau: 413 RS dan 830 Puskesmas Disiapkan untuk Jaga Kesehatan Ibu dan Anak

Penulis: Yoga Permadi  •  Selasa, 08 September 2026 | 12:48:01 WIB
Petugas kesehatan memeriksa kesiapan alat bantu pernapasan di fasilitas kesehatan yang disiapkan untuk menangani dampak erupsi Anak Krakatau.

SULAWESI UTARA — Paparan abu vulkanik bukan perkara sepele, terutama bagi buah hati dan anggota keluarga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan. Partikel halus seperti PM2,5 bisa masuk jauh ke dalam paru-paru dan memicu peradangan, sehingga kesiapsiagaan fasilitas kesehatan menjadi krusial.

Langkah Kemenkes Menghadapi Dampak Erupsi

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, memastikan sistem pelayanan kesehatan tetap siaga. Pihaknya telah menyiapkan pos pelayanan kesehatan, rumah sakit rujukan, tenaga kesehatan, hingga ambulans di wilayah terdampak.

Selain itu, Public Safety Center (PSC) 119 dan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) juga dikerahkan sebagai bagian dari respons kedaruratan. Bantuan logistik berupa lebih dari 100.000 masker N95 dan masker medis, ribuan kacamata goggle, serta obat-obatan telah dimobilisasi secara gratis ke daerah terparah di Lampung, Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.

Mengapa Kelompok Ibu dan Anak Perlu Ekstra Waspada?

Kemenkes mencatat adanya kecenderungan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama di Banten, Lampung, dan Jawa Barat. Kelompok yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan adalah anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma dan PPOK.

Bagi ibu muda, penting untuk mengenali gejala awal seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata setelah si kecil bermain di luar ruangan. Jika keluhan ini muncul, segera bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan cepat.

Panduan Praktis Melindungi Keluarga dari Abu Vulkanik

Aji mengimbau masyarakat untuk tetap berada di dalam ruangan selama paparan abu berlangsung. Tutup rapat pintu dan jendela, serta hindari aktivitas yang membuat abu beterbangan kembali ke udara.

Jika terpaksa keluar rumah, gunakan masker berstandar tinggi seperti N95, KN95, KF94, atau FFP2. Masker medis biasa hanya bisa dipakai sebagai pelindung sementara. Jangan lupa kenakan kacamata pelindung dan pakaian tertutup untuk mencegah iritasi kulit.

Setelah beraktivitas di luar, segera bersihkan tubuh dan ganti pakaian. Hindari mengucek mata yang terkena abu, karena bisa memperparah iritasi.

Kapan Harus Segera ke Fasilitas Kesehatan?

Jangan menunggu gejala memburuk. Jika anggota keluarga mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, atau keluhan kesehatan lain setelah terpapar abu vulkanik, segera cari pertolongan medis. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius pada saluran pernapasan.

Kemenkes memastikan akan terus memantau perkembangan situasi bersama pemerintah daerah. Yang terpenting, tetap tenang, ikuti informasi resmi, dan jangan ragu memeriksakan diri bila ada keluhan kesehatan.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: health.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top