SULAWESI UTARA — Kepastian venue dan status penonton duel Persija vs Persib diungkapkan dalam jumpa pers operator BRI Super League, I.League, Kamis (10/9/2026) siang WIB di Jakarta. Hadir Direktur Utama I.League Ferry Paulus dan Sekjen PSSI Yunus Nusi.
Bagi Jakmania, syaratnya jelas: KTP Jakarta. Bobotoh dipastikan tidak mendapat akses masuk ke stadion.
Yunus Nusi menyampaikan terima kasih kepada kepolisian atas izin yang diberikan, sehingga laga bisa berlangsung di Jakarta dengan penonton.
"PSSI berteruma kasih kepada Polri karena laga Persija vs Persib bisa dilaksanakan di Jakarta dan dengan penonton. Apresiasi tak terhingga kepada kepolisian atas bisa terselenggaranya laga ini," ucap Yunus Nusi.
Ia juga menyinggung sikap suporter Persib yang tidak hadir demi menjaga keamanan bersama.
"Kami berterima kasih Persib suporternya tidak datang. Karena khawatir ada yang memanfaatkan momentum perdamaian ini," sambung Yunus.
"Keluarga besar sepak bola Indonesia berharap Persija dan Persib bisa bertanding dengan aman dan sukses," tegas Yunus.
Ferry Paulus menyebut keputusan menggelar laga di GBK bukan hal sederhana. Kesibukan Jakarta menjadi salah satu pertimbangan selama ini.
"Sudah lumayan lama pertandingan Persija vs Persib tidak digelar di Jakarta karena kesibukan kota Jakarta. Secara prinsip dan lisan izin-izin juga sudah terbit. Rivalitas kedua tim memang memakan perhatian luar biasa," kata Ferry.
Pertemuan terakhir kedua tim di SUGBK terjadi pada 10 Juli 2019. Skor akhir 1-1, dan sejak itu duel klasik ini selalu digelar di luar Jakarta.
Kembalinya laga ini ke Jakarta menutup jeda tujuh tahun. Bagi Persija, bermain di hadapan Jakmania sendiri jadi keuntungan tersendiri. Bagi Persib, absennya Bobotoh menghapus dukungan langsung yang biasanya jadi kekuatan tambahan.